Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat | DerapHukum.click | 14 April 2026, Semangat literasi kembali digaungkan di Desa Tegalwaru melalui kegiatan Gebyar Literasi, yang diinisiasi oleh Perpustakaan Jalanan Cilamaya bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Tegalwaru. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar sekolah dasar.
Dalam rangka program ini, tim penyelenggara melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah dengan mengunjungi sejumlah sekolah dasar di lingkungan Desa Tegalwaru. Sebanyak empat sekolah dasar menjadi sasaran kegiatan, yang disambut dengan antusias oleh para siswa dan tenaga pendidik.

Berbeda dari kegiatan belajar pada umumnya, kunjungan literasi ini dikemas secara menarik dan interaktif. Anak-anak diajak membaca bersama, mengikuti permainan edukatif, serta mendengarkan cerita inspiratif yang mampu memancing rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap buku. Suasana belajar yang santai namun penuh makna berhasil menciptakan pengalaman baru bagi para siswa.
Kegiatan ini semakin meriah dengan dukungan dari Mobil Pustakling Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang, yang menyediakan berbagai koleksi buku bacaan menarik. Kehadiran mobil perpustakaan keliling ini menjadi daya tarik tersendiri, memberikan akses langsung kepada anak-anak terhadap bahan bacaan beragam dan berkualitas.

Selain itu, Jawa Satu Power juga turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Sinergi antara komunitas, pemerintah, dan pihak swasta menjadi bukti bahwa gerakan literasi dapat tumbuh kuat melalui kolaborasi berbagai pihak.
Perwakilan dari SDN Tegalwaru 2, Ibu Siska Febrida, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Kami sangat senang dengan kunjungan Gebyar Literasi ke sekolah kami. Banyak siswa yang awalnya kurang tertarik membaca, namun setelah mengikuti kegiatan ini mereka menjadi lebih antusias dan bahkan meminta untuk sering diadakan aktivitas seperti ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat membantu sekolah dalam mengembangkan minat baca siswa.

Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa Gebyar Literasi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan minat baca anak-anak sejak dini. “Kami ingin menghadirkan literasi sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan kewajiban. Dengan begitu, anak-anak akan tumbuh dengan kebiasaan membaca yang kuat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat literasi tidak hanya berhenti di bulan April, tetapi terus berlanjut dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya generasi muda di Desa Tegalwaru.
Gebyar Literasi menjadi contoh inspiratif bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil—dari desa, oleh pemuda, untuk masa depan yang lebih berilmu.
(Red)

