KARAWANG,Jawa Barat | Deraphukum.click | Pesona Pesta Laut Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, kembali menghadirkan rangkaian tradisi budaya masyarakat pesisir. Namun, pelaksanaan tradisi kali ini diwarnai kondisi ombak laut yang cukup kencang.
Kondisi tersebut membuat sejumlah nelayan memilih untuk tidak ikut mengiringi rombongan penganten atau dongdang menuju ke tengah laut. Keputusan tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dan untuk mengutamakan keselamatan di tengah kondisi laut yang kurang bersahabat.
Meski demikian, sebagian nelayan tetap turut mengawal rombongan penganten dalam rangkaian kegiatan Pesta Laut Desa Sungai Buntu. Mereka mengikuti prosesi dengan tetap memperhatikan kondisi ombak dan keselamatan selama berada di perairan.
Tradisi Larung Kepala Kerbau
Salah satu rangkaian utama dalam Pesta Laut tersebut adalah tradisi membawa penganten atau dongdang menuju tengah laut untuk melaksanakan prosesi larung kepala kerbau.
Dalam tradisi masyarakat setempat, kepala kerbau dilarung ke tengah laut sebagai bagian dari prosesi adat Pesta Laut yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat pesisir Desa Sungai Buntu sekaligus menjadi momentum untuk mempertahankan nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang telah berkembang di tengah masyarakat.
Ombak Kencang Jadi Perhatian
Kencangnya ombak menjadi perhatian tersendiri dalam pelaksanaan tradisi ngiring penganten dongdang. Tidak semua nelayan berani mengikuti rombongan menuju tengah laut karena mempertimbangkan faktor keselamatan.
Sementara itu, nelayan yang tetap melakukan pengawalan berupaya menjalankan prosesi sesuai rangkaian kegiatan dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi laut.
Perbedaan keikutsertaan tersebut tidak mengurangi kemeriahan Pesta Laut. Masyarakat tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk kecintaan terhadap tradisi dan budaya pesisir yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Sungai Buntu.
Melestarikan Budaya Pesisir
Pesta Laut Desa Sungai Buntu bukan hanya menjadi kegiatan adat, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap tradisi budaya pesisir dapat terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
Di sisi lain, kondisi ombak yang kencang juga menjadi pengingat bahwa setiap kegiatan di tengah laut harus selalu mengutamakan keselamatan. Tradisi dan budaya tetap dapat dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi alam serta mempertimbangkan keamanan seluruh peserta.
Pesta Laut Desa Sungai Buntu pun menjadi gambaran kuatnya hubungan masyarakat pesisir dengan laut sekaligus upaya menjaga warisan budaya yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.
(Budak Angon/Ade.R)

