Brebes, Jawa Tengah | DerapHukum.click | Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Kunjungan tersebut berlangsung pada Jumat (14/11/2025) di Dukuh Pendawa, Desa Kalierang, salah satu titik yang mengalami kerusakan paling parah.
Dalam kunjungannya, Kaesang membawa berbagai bantuan darurat, mulai dari kasur lipat, obat-obatan, paket sembako, hingga suplai air bersih. Bantuan tersebut diserahkan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan mendesak pascabanjir bandang yang menerjang permukiman pada 8 November 2025.

“Solidaritas untuk sesama adalah langkah nyata untuk memulihkan negeri. Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan warga terdampak,” ujar Kaesang saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan masyarakat.
Selain menyalurkan bantuan, Kaesang juga meninjau sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan berat. Ia berdialog dengan para korban mengenai kondisi terkini serta kebutuhan yang masih belum terpenuhi.

Kaesang turut menyempatkan diri mengunjungi rumah duka salah satu korban meninggal dunia. Di sana ia menyampaikan belasungkawa dan memastikan keluarga korban telah tercatat dalam pendataan bantuan pemerintah maupun lembaga sosial.
“Saya berbicara langsung dengan keluarga korban. Mereka tidak hanya kehilangan anggota keluarga, tetapi juga mengalami kerusakan harta benda. Kita harus memastikan mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian,” ungkapnya.

Kehadiran Kaesang disambut hangat warga. Mereka mengapresiasi respons cepat PSI yang langsung hadir memberikan bantuan di lapangan. Beberapa warga menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan, terutama saat mereka masih berupaya memulihkan kondisi pascabencana.
Kaesang dalam keterangannya juga menyoroti bahwa banjir bandang bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, bencana serupa cenderung berulang setiap tiga hingga lima tahun sekali sehingga diperlukan penanganan lebih serius, baik pembenahan infrastruktur maupun mitigasi lingkungan.
“Kami berharap pemerintah daerah, gubernur, hingga pemerintah pusat dapat hadir dan menyiapkan solusi jangka panjang. Warga berhak mendapatkan rasa aman, bukan terus hidup dalam kecemasan karena bencana yang berulang,” tegasnya.
Banjir bandang yang melanda Desa Kalierang dan sekitarnya mengakibatkan puluhan rumah rusak, merendam fasilitas umum, serta mengganggu aktivitas ekonomi warga. Hingga kini, proses pembersihan material lumpur dan perbaikan akses jalan masih berlangsung, sementara warga tetap membutuhkan dukungan logistik harian.
(Wawan AKA)

