Indramayu,Jawa Barat | Deraphukum.click | Warga Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita di pinggir Jalur Pantura, Jumat (9/1/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi terduduk kaku bersandar di pintu gerbang sebuah garasi koperasi yang sudah lama kosong, sekitar pukul 07.30 WIB.
Wanita tersebut diketahui mengenakan pakaian serba hitam. Awalnya, keberadaan korban tidak menimbulkan kecurigaan warga karena disangka hanya sebuah boneka atau patung.

Salah seorang warga, Kaming (50), mengaku sempat melihat sosok tersebut saat melintas di lokasi kejadian pada Kamis (8/1/2026) sore. Namun ia tidak menaruh curiga sedikit pun.
“Saya lihat sudah ada yang duduk di situ, tapi saya kira itu boneka atau patung yang disandarkan,” ungkap Kaming kepada wartawan.
Hal serupa juga dirasakan Tiri (43), warga yang rumahnya berada tepat di seberang lokasi penemuan. Karena merasa penasaran melihat sosok tersebut tak berpindah posisi hingga keesokan harinya, Tiri akhirnya mendekat dan melakukan pengecekan pada Jumat pagi.
“Saya kira cuma boneka, tapi pas saya lihat lebih dekat ternyata itu mayat perempuan. Saya langsung kaget,” ujar Tiri.
Setelah memastikan bahwa sosok tersebut adalah jasad manusia, Tiri segera memberi tahu warga sekitar. Warga pun berdatangan ke lokasi, namun tidak ada yang berani mendekat untuk memeriksa kondisi jasad lebih lanjut. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna, membenarkan adanya penemuan jasad wanita tersebut. Pihaknya bersama tim Inafis Polres Indramayu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Dari hasil pemeriksaan awal, kami menemukan identitas korban di saku pinggang sebelah kanan,” kata Iptu Andi. Berdasarkan identitas tersebut, korban diketahui bernama Siti Aisyah (41), warga Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.
Pihak kepolisian kemudian menghubungi keluarga korban, yang membenarkan identitas tersebut. Dari keterangan keluarga, diketahui bahwa korban sebelumnya mengalami gangguan psikologis.
“Keluarga menerangkan bahwa korban ini mengalami depresi,” jelas Iptu Andi.
Terkait kondisi jasad yang sudah kaku, polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar satu hari sebelum ditemukan. Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Indramayu guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami bersama Camat Sukra langsung mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Indramayu untuk proses pemeriksaan medis,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. (Red)

