Brebes, Jawa Tengah | DerapHukum.click |Gelaran Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2025 yang berlangsung sejak 19 Agustus hingga 9 September 2025 di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali menarik perhatian masyarakat dengan rangkaian acara yang beragam.
Salah satu kegiatan yang menyita perhatian publik adalah pelaksanaan istigosah dan santunan kepada anak yatim piatu serta kaum lansia pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Acara yang berlangsung di panggung utama GBF tersebut dihadiri oleh ribuan pengunjung yang memadati lokasi kegiatan.
Momen penuh berkah ini digelar untuk memberi perhatian kepada anak-anak yatim piatu serta orang lanjut usia (lansia), sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga. Selain santunan, acara tersebut diisi dengan pembacaan istigosah yang diikuti oleh ratusan jamaah.
Suasana pun terasa khusyuk dan penuh kekhidmatan, mengingatkan semua pihak untuk selalu mengingat kebesaran Alloh SWT dan selalu berbagi dengan sesama.

Tepat setelah istigosah, panggung hiburan di area GBF menyuguhkan penampilan musik hadroh yang menyajikan lagu-lagu islami.
Dengan iringan tabuhan alat musik tradisional tersebut, suasana acara semakin terasa religius. Pengunjung pun tak hanya menyaksikan, tetapi juga ikut bernyanyi bersama dalam suasana yang penuh kedamaian.
“Acara seperti ini sangat positif dan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk saling berbagi dan memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Samsul Khaerudin, CEO Arsyila Farm Group, yang juga merupakan penggagas acara ini.
Samsul Khaerudin, pengusaha sukses asli Bumiayu yang kini dikenal luas berkat kiprahnya dalam bisnis, memimpin langsung penyelenggaraan istigosah dan santunan ini.
Lewat kegiatan ini, Samsul berharap bisa memberikan contoh kepada generasi muda untuk selalu peduli terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim piatu dan orang-orang yang membutuhkan perhatian lebih.
“Saya berharap apa yang kami lakukan ini bisa menjadi inspirasi bagi pengusaha lain untuk turut berkontribusi dalam pembangunan sosial di daerah. Semoga GBF ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momen untuk berbagi kebahagiaan,” tambah Samsul.
Selain kegiatan sosial, Gebyar Bumiayu Fair juga menyajikan berbagai hiburan dan kegiatan lainnya yang menarik.
Sejak dibuka pada 19 Agustus lalu, GBF telah menyuguhkan berbagai wahana hiburan, panggung hiburan dengan pertunjukan musik, bazar multi produk, pasar raya UMKM, aneka kuliner, serta layanan publik yang mempermudah masyarakat dalam berbagai urusan administratif.
Acara ini turut mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui kehadiran ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut berpartisipasi dalam bazar yang digelar setiap hari.
Dengan berbagai aktivitas yang dihadirkan, GBF 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga berperan dalam mempererat hubungan sosial antarwarga serta mendukung sektor ekonomi lokal.
Puncak acara Gebyar Bumiayu Fair 2025 diperkirakan akan berlangsung pada 9 September 2025. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat Bumiayu dapat merasakan manfaat baik secara sosial, ekonomi, maupun spiritual.(Wawan AKA)

