Karawang,Jawa Barat | Deraphukum.click | Kondisi infrastruktur di Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, menuai sorotan. Saluran air untuk area persawahan hingga kini belum diturap dan dipenuhi sampah, sementara drainase di depan lingkungan desa tidak tersedia secara memadai.
Akibatnya, air kerap meluap dan menggenangi permukiman serta lahan pertanian warga.
Pantauan di lapangan, saluran irigasi sawah tampak dangkal, dipenuhi sampah plastik dan tumbuhan liar, sehingga aliran air tidak berjalan lancar. Kondisi ini diperparah saat hujan turun, air meluap ke sawah dan menyebabkan tanaman padi terendam dalam waktu lama.
Tak hanya sawah, lingkungan sekitar kantor desa juga kerap tergenang karena tidak adanya saluran drainase yang memadai.

Genangan air tersebut menimbulkan ketidaknyamanan warga serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Dampak paling dirasakan adalah oleh para petani. Padi yang terendam air menjadi basah dan kualitasnya menurun, sehingga terpaksa dijual dengan harga jauh lebih murah dari harga normal. Hal ini tentu merugikan petani yang telah mengeluarkan biaya produksi sejak masa tanam.
“Kalau padi basah, tengkulak langsung nurunin harga. Mau tidak mau kami jual murah, karena kalau disimpan malah rusak,” ujar salah seorang petani setempat.

Warga berharap pemerintah desa hingga instansi terkait di tingkat kabupaten segera turun tangan, melakukan penanganan serius seperti penurapan saluran air, normalisasi irigasi, serta pembangunan drainase lingkungan desa. Pasalnya, persoalan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi dan kesejahteraan petani di Desa Sukajaya.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang setiap musim hujan dan semakin memperburuk kehidupan masyarakat desa yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian. (Lukmannul Hakim)

