KARAWANG,Jawa Barat | Deraphukum.click | Peringatan malam Nuzulul Qur’an yang jatuh pada tanggal 17 Ramadhan diperingati dengan penuh kekhusyukan oleh masyarakat di Masjid Jami Al Hidayah, Dusun Pasar Dua, Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari tersebut dihadiri oleh warga sekitar yang memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian acara keagamaan. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Dalam acara tersebut, ceramah agama atau tausiyah disampaikan oleh Ustadz Nanang Imron Rosadi. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa Nuzulul Qur’an merupakan salah satu peristiwa sejarah yang sangat agung bagi umat Islam, yaitu saat pertama kali diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW pada malam Lailatul Qadar.

Menurutnya, Al-Qur’an merupakan cahaya dan pedoman hidup yang Allah SWT turunkan untuk menuntun umat manusia menuju jalan yang benar. Oleh sebab itu, umat Islam tidak hanya dituntut untuk membaca Al-Qur’an dengan suara yang indah atau sekadar mengikuti perlombaan tilawah, tetapi yang lebih utama adalah memahami serta mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an harus hadir dalam setiap langkah kehidupan kita. Bukan hanya dibaca, tetapi juga diamalkan dalam sikap, perilaku, dan akhlak,” ujar Ustadz Nanang dalam tausiyahnya di hadapan para jamaah.

Ia juga menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW dan menjadi satu-satunya kitab suci yang tetap terjaga keasliannya hingga saat ini, huruf demi huruf, tanpa perubahan sejak pertama kali diturunkan.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, diharapkan umat Islam semakin meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan. Hakikat dari peringatan tersebut bukan hanya sebatas membaca atau memperingati turunnya Al-Qur’an, tetapi bagaimana umat Islam mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam amal perbuatan dan akhlak sehari-hari.
Acara ditutup dengan doa bersama dan diharapkan kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
(Solihin)

