Brebes, Jawa Tengah | DerapHukum.click | Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX (Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes), Harris Turino,ST.,SH.,MSi.,MM,menggelar kegiatan reses di Desa Ragatunjung, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mempertegas komitmen terhadap penanganan banjir dan penguatan pelayanan sosial di daerah.

Reses yang dihadiri relawan, tokoh masyarakat, serta warga setempat tersebut berlangsung dialogis. Sejumlah persoalan mengemuka, mulai dari infrastruktur, normalisasi sungai, hingga kebutuhan layanan sosial yang responsif di tingkat desa dan kecamatan.
Koordinator Relawan Harris Turino, H. Ahmad Ridwan( Bung Ceper), menyatakan bahwa legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini dinilai memiliki rekam jejak konkret dalam merespons kebutuhan warga, terutama saat terjadi bencana banjir.
“Beliau sudah teruji. Saat terjadi banjir, alat berat langsung diturunkan untuk normalisasi sungai. Komitmennya jelas untuk membantu masyarakat,” ujar Ahmad Ridwan.
Menurutnya, langkah cepat tersebut memberikan dampak nyata bagi warga terdampak, sekaligus menjadi bukti bahwa fungsi representasi wakil rakyat berjalan efektif.
Pihak relawan pun berharap dukungan pelayanan sosial dapat terus diperkuat, termasuk melalui fasilitasi Mobil Siaga “Balane Harris Turino” bagi setiap Pengurus Anak Cabang (PAC) guna menunjang kegiatan kemanusiaan di wilayah masing-masing.
Dalam kesempatan itu, Harris Turino menegaskan bahwa sebagai anggota Komisi XI DPR RI, dirinya menjalankan tugas sesuai lingkup kewenangan komisi, yakni di bidang keuangan negara, perencanaan pembangunan, serta pengawasan sektor fiskal dan perbankan.
“Sebagai anggota Komisi XI, tugas kami memastikan kebijakan anggaran dan pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, termasuk daerah pemilihan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa di Kota Tegal telah berdiri Rumah Aspirasi atau Rumah Rakyat sebagai pusat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.
Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung ribuan warga yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung, serta didukung Mobil Siaga guna menunjang pelayanan cepat dalam kondisi darurat maupun kegiatan sosial.
“Anggota dewan jangan takut bertemu rakyat. Jangan menghindar. Justru kita harus hadir dan mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka,” tegasnya.
Lebih lanjut, Harris Turino menekankan pentingnya pembangunan yang berlandaskan ideologi dan nilai-nilai perjuangan bangsa.
Ia merujuk ajaran Soekarno sebagai pedoman moral dan politik dalam menjalankan tugas legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Reses di Paguyangan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Berbagai usulan yang disampaikan, khususnya terkait perbaikan infrastruktur, penanganan banjir berkelanjutan, serta penguatan layanan sosial, diharapkan dapat diperjuangkan di tingkat pusat melalui mekanisme parlemen.
Dengan pola komunikasi yang terbuka dan responsif, kegiatan reses ini tidak hanya menjadi agenda formal kedewanan, tetapi juga ruang konsolidasi antara wakil rakyat dan konstituen dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkeadilan.
(W.AKA)

