Karawang,Jawa Barat | Deraphukum.click | Sosok guru spiritual yang dikenal luas di wilayah Cilamaya Wetan, Abah Ucin, kembali menjadi perbincangan masyarakat setelah pertemuannya dengan salah satu rekan lamanya di kawasan Jembatan Kertasari, Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.
Abah Ucin dikenal sebagai guru besar dalam ajaran JSP (Jurus Seni Penyadar). Namanya cukup melekat di kalangan masyarakat, khususnya di wilayah Pangkalan 1 Mekarmaya dan Kampung Karang Anyar, tempat beliau dahulu menetap dan membimbing banyak murid dari berbagai daerah.
Pada masa lalu, Abah Ucin dikenal sebagai sesepuh di lingkungan Pangkalan 1 Mekarmaya. Ia memiliki banyak pengikut yang datang dari berbagai kampung seperti Karang Anyar, Kampung Jambu, Kampung Baru, hingga Dusun Pasar Dua Cilamaya. Sosoknya dikenal ramah, terbuka, dan mudah bergaul dengan siapa saja, sehingga membuatnya dihormati oleh masyarakat sekitar.
Selain mengajarkan ilmu JSP, Abah Ucin juga dikenal dengan aktivitas spiritualnya, termasuk praktik-praktik tradisional seperti permainan boneka jalangkung yang kerap menarik perhatian warga sekaligus menjadi bagian dari metode pembelajarannya kepada murid.
Seiring waktu, Abah Ucin tidak lagi tinggal di Pangkalan 1 Mekarmaya. Ia sempat berpindah ke wilayah Tanggung Pertamina sebelum akhirnya menetap di Sentiong, Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.
Pertemuan kembali antara Abah Ucin dengan rekannya, Erik, menjadi momen hangat yang penuh keakraban. Dalam perbincangan singkat tersebut, diketahui bahwa saat ini Abah Ucin kembali aktif membimbing murid-murid baru di tempat tinggalnya yang sekarang. Ia disebut telah memiliki banyak murid yang siap menerima dan melanjutkan ilmu yang ia ajarkan.
Keberadaan Abah Ucin kembali di tengah masyarakat diharapkan dapat terus memberikan manfaat, khususnya dalam membimbing generasi muda maupun masyarakat yang ingin mendalami ilmu JSP. Doa dan harapan pun disampaikan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing spiritual.
Semoga ilmu yang diajarkan dapat membawa kebaikan dan menjadi jalan yang dirido’i oleh Allah SWT, serta memberikan manfaat bagi umat yang membutuhkannya.
(Red_Er)

