Pekalongan,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Suasana haru dan sukacita menyelimuti SMP Negeri 2 Sragi ,Kecamatan Sragi ,Kabupaten Pekalongan ,saat menggelar acara pelepasan siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026, yang berlangsung meriah pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi momen istimewa sebagai wujud rasa syukur atas terselesaikannya jenjang pendidikan para siswa di sekolah tersebut sekaligus tanda perpisahan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kepala SMP Negeri 2 Sragi, Rustono, S.Pd., menyampaikan bahwa pada tahun ini, sebanyak 245 siswa kelas IX resmi dilepas dari kewajiban belajar di sekolah. Jumlah itu merupakan bagian dari total sekitar 750 siswa yang belajar di sekolah ini, yang terbagi ke dalam 24 rombongan belajar (rombel).

“Pada hari ini, Selasa 12 Mei 2026, kami melaksanakan kegiatan pelepasan siswa kelas IX pasca kelulusan Tahun Ajaran 2025/2026. Tercatat ada 245 siswa yang kami lepas hari ini,” ungkap Rustono.
Ia menambahkan, kegiatan pelepasan ini memang menjadi agenda rutin tahunan, namun konsep penyelenggaraannya selalu dikembangkan agar lebih bermakna. Salah satu perubahan utama tahun ini adalah keterlibatan penuh orang tua siswa untuk hadir dan menyaksikan momen perpisahan anak-anak mereka.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, belum seluruh orang tua bisa dilibatkan secara langsung. Namun tahun ini, atas permintaan dan keinginan dari para orang tua sendiri, kami mengundang mereka semua agar bisa mendampingi putra-putrinya. Harapannya, momen indah ini menjadi kenangan tak terlupakan selama bersekolah di SMP Negeri 2 Sragi,” jelasnya.
Guna menambah kekhidmatan acara, pihak sekolah juga mengundang sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur pemerintah dan dunia pendidikan di antaranya kepala desa, perwakilan puskesmas, kepala sekolah dasar, serta para kepala sekolah dari lembaga pendidikan di wilayah sekitar.

Tidak hanya prosesi pelepasan, acara juga dimeriahkan dengan pentas seni yang menampilkan beragam bakat siswa, mulai dari tarian, nyanyian, hingga pertunjukan tari modern. Sebagian besar penampilan dibawakan oleh siswa kelas VII dan VIII, sebagai wadah penyaluran kreativitas sekaligus bentuk apresiasi terhadap kakak kelas mereka yang akan lulus.
“Selain menjadi keinginan anak-anak untuk menciptakan kenangan manis selama sekolah, kegiatan ini juga kami jadikan ajang pentas seni dan wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat di bidang tari, tarik suara, tari modern, dan keterampilan lainnya,” tambah Rustono.
Di sela-sela acara, sorotan tertuju pada salah satu siswi berprestasi, Kayla Rahmawati, yang berhasil meraih peringkat pertama di sekolahnya. Putri dari pasangan suami istri Zahrati dan Winalto – ayahnya bekerja sebagai penjahit harian – mengaku keberhasilan yang ia raih tidak lepas dari konsistensi belajar serta dukungan penuh dari lingkungan sekitarnya.
“Kunci utamanya pertama adalah konsisten dalam belajar. Selain itu, lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh besar. Tanpa dukungan dan suasana yang baik, rasanya usaha belajar itu terasa kurang bermakna,” ujar Kayla dengan rendah hati.

Selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Sragi, Kayla dikenal selalu menjaga dan mempertahankan prestasi akademiknya dengan baik. Ia pun turut memberikan pesan dan motivasi kepada teman-temannya agar tetap semangat serta percaya diri dalam mengejar impian masing-masing.
“Teruslah belajar lebih rajin untuk meraih prestasi, dan jangan lupa memotivasi diri sendiri. Yang paling penting adalah percaya pada kemampuan diri sendiri, bahwa kita bisa mencapai apa pun yang diinginkan. Apalagi jika disertai usaha sungguh-sungguh, doa, dan ikhtiar, pasti hasilnya akan baik,” tuturnya.
Siswi kelas IX ini memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang pramugari. Setelah lulus nanti, Kayla berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK dengan pertimbangan agar bisa memiliki keterampilan dan bekerja lebih awal, sebelum nantinya melanjutkan kuliah sambil bekerja.
“Saya berniat masuk SMK karena ingin bekerja terlebih dahulu, baru nanti saya rencanakan kuliah sambil bekerja. Adapun jurusan yang saya minat adalah Akuntansi atau Teknik Komputer dan Jaringan (TKC),” ungkapnya.
Menutup perbincangan, Kayla menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh bapak dan ibu guru yang telah sabar membimbing dan mengajarnya selama tiga tahun terakhir. Ia juga memohon maaf apabila selama bersekolah pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu guru atas segala bimbingan, ilmu, dan kesabaran yang diberikan selama ini. Saya juga memohon maaf jika selama bersekolah ada perkataan atau perbuatan saya yang kurang berkenan, baik disengaja maupun tidak,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Sragi, Rustono, juga menyampaikan pesan berharga bagi seluruh siswa kelas IX yang telah resmi dilepas. Ia mengingatkan agar para siswa tetap bersyukur dan menjaga perilaku baik di masa transisi menuju jenjang pendidikan baru.
“Saya berpesan kepada anak-anakku sekalian, bersyukurlah atas kelulusan ini dengan cara yang baik, salah satunya melalui sujud syukur. Hindari hal-hal yang tidak perlu seperti konvoi kendaraan di jalan raya. Kalian kini sedang memasuki masa transisi menuju jenjang pendidikan selanjutnya. Semoga kalian semua sukses, diterima di sekolah impian, dan mampu mewujudkan seluruh cita-cita. Jangan pernah lupakan almamater tercinta ini, SMP Negeri 2 Sragi,” pesan Rustono.
( Ari )

