Kerinci, | Deraphukum.click | Tani .Merdeka..dalam Rangka Hati Tani Sedunia Ketua Umum mengajak petani di seluruh Indonesia untuk melakukan transformasi cara bertani.
Menurutnya, Hari Tani bukan sekadar penghormatan kepada petani, tetapi pengingat akan lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) yang menjadi tonggak keadilan agraria di Indonesia.
“Hari Tani mengajarkan kita bahwa tanah, pangan, kesejahteraan rakyat, dan keadilan sosial tidak bisa dipisahkan dari pembangunan nasional,” ujar Andi Baso dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/9/2026).

Dikutip darilaman Lensa aktual Andi Baso menilai, keberpihakan kepada petani saat ini tidak cukup hanya melalui bantuan semata. Sesuai amanat UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, pemberdayaan harus fokus pada peningkatan kapasitas, pengetahuan, kemandirian, dan daya saing petani.
Ia pun mendorong paradigma baru bagi petani
“Bertani tidak lagi sekadar mengandalkan tenaga, tetapi harus menggabungkan pengalaman, ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita tidak harus meninggalkan sawah untuk menjadi modern. Justru teknologi harus kita bawa ke sawah,” tegasnya.
Menurut Andi, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), teknologi pengairan, benih unggul, hingga teknologi pascapanen menjadi kunci mewujudkan pertanian yang maju, efisien, dan berkelanjutan demi kedaulatan pangan.
Ketua TMI Kolut itu juga menyinggung pesan Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE., yang ia temui di Rumah Jabatan beberapa waktu lalu. Wabup, kata dia, selalu menekankan pentingnya petani memanfaatkan teknologi.
“Pesan beliau sangat relevan dan perlu diterjemahkan menjadi gerakan nyata di tingkat petani,” kata Andi. JelajahiWisata petani
Selain itu, Andi juga menyoroti peran strategis penyuluh pertanian sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan praktik di lapangan.
“Sinerginya jelas. Pemerintah menghadirkan kebijakan dan fasilitas, penyuluh mentransformasikan pengetahuan, TMI menyuarakan aspirasi petani, dan petani menjadi subjek utama pembangunan. Kita harus bergerak dari petani penerima bantuan menjadi petani pelaku pembangunan,” jelasnya.
Andi menambahkan, keberhasilan pertanian tidak boleh hanya diukur dari tonase panen.
“Yang lebih penting, apakah produktivitas meningkat, biaya produksi efisien, nilai tambah bertambah, dan pendapatan petani semakin baik? Karena tujuan akhirnya adalah kesejahteraan dan martabat petani,” pungkasnya. JelajahiWisata Peternakan
Ia menutup dengan jargon: Dari tanah kita menanam, dengan ilmu kita mengembangkan, dengan teknologi kita meningkatkan, dengan kebersamaan kita mensejahterakan.terpisah salah seorang pengurus TMI kerinci sungai penuh mengatakan bahwa, untuk TMI kerinci sungai penuh memilih Mendiamkan diri di hati Tani Sedunia hal ini Dampak ketidak seriusan pengurus untuk mendorong program petani ,sehingga Semua program petani yang di luncurkan dari Pusat hanya sekelompok saja yang menikmati beber A.Kamis 24 September 2026, terpisah Abdul Khapis ketuA Tim Legitasi Kabupaten kerinci menilai TMI kerinci sungai penuh tidak mengikuti menopang program pro Rakyat tani dan kurang keterlibatan dalam keadaan efisiensi.
(TIM)

