DKI JAKARTA | Deraphukum.click | – Sebuah kericuhan terjadi di salah satu kafe yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (16/01/2025) sekitar pukul 23.15 WIB. Keributan ini terjadi saat acara musik “Feel Koplo” tengah berlangsung dan dipicu oleh dugaan adanya aksi pencopetan di tengah kerumunan pengunjung.
Menurut keterangan beberapa saksi, suasana yang semula meriah berubah menjadi kacau saat sejumlah pengunjung menyadari barang pribadi mereka hilang, terutama ponsel. Faiz, salah satu korban yang hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan rasa kecewanya karena ponselnya hilang di tengah kerumunan yang penuh sesak.

Keramaian yang tidak terkendali di lokasi acara akhirnya memicu kericuhan antara para pengunjung, terutama setelah beberapa orang berusaha mencari pelaku pencurian di tengah kerumunan.
Kericuhan ini akhirnya membuat pihak keamanan kafe melaporkan situasi kepada pihak kepolisian. Tidak lama kemudian, aparat dari Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi dan segera mengambil langkah tegas untuk membubarkan acara.
Kasat Sabhara Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol R. Ardiana, menjelaskan bahwa kericuhan tersebut diduga kuat dipicu oleh aksi tiga orang pelaku yang mencuri ponsel para pengunjung.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kemayoran, Ipda Budi Sediadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang mendalami kasus ini, baik terkait aksi pencurian maupun potensi pelanggaran lain yang terjadi di acara tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi mata, jumlah pengunjung yang hadir dalam acara musik tersebut melebihi kapasitas kafe. Hal ini tidak hanya membuat suasana menjadi tidak kondusif, tetapi juga mempermudah terjadinya aksi kejahatan seperti pencopetan.
Pengamat keamanan publik menyoroti pentingnya manajemen kapasitas acara untuk mencegah insiden serupa.
Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola kafe belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, beberapa pengunjung menyampaikan keluhan atas buruknya manajemen acara, termasuk kurangnya pengamanan dan kontrol terhadap jumlah pengunjung.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara acara untuk lebih memperhatikan aspek keamanan dan perizinan, serta memastikan acara berjalan sesuai kapasitas yang ditentukan. Pihak kepolisian diharapkan segera menyelesaikan penyelidikan dan mengambil langkah hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan, sekaligus memberikan evaluasi kepada penyelenggara acara yang dinilai lalai.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap barang pribadi, terutama saat berada di kerumunan, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
(Dede Subarna)

