BANDUNG,Jawa Barat | Deraphukum.click | Anggota DPRD dari
Partai Kebangkitan bangsa (PKB)Kabupaten Bandung Barat, Komisi II, H. Bunbun Risnandar, S.Ag., M.Si., menggelar kegiatan reses Masa Sidang II Tahun Sidang II di Kampung Cibacang RT 01 RW 04, Desa Cipendeuy, Kecamatan Padalarang, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang menjadi agenda resmi DPRD tersebut disambut antusias masyarakat. Tercatat sekitar 293 Kepala Keluarga (KK) dari wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Ngamprah, Padalarang, dan Saguling hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran ratusan warga menunjukkan besarnya harapan masyarakat untuk dapat menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan secara langsung kepada wakil rakyat yang duduk di parlemen daerah.
Dalam sambutannya, Bunbun Risnandar menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota legislatif untuk turun langsung ke tengah masyarakat guna menyerap aspirasi yang berkembang di lapangan.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut anggota DPRD dapat mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menjadikannya bahan dalam penyusunan kebijakan daerah.
“Alhamdulillah hari ini kita dapat melaksanakan reses masa sidang kedua. Reses ini adalah agenda dewan di luar kantor untuk bertemu masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus menghimpun berbagai masukan yang nantinya akan kami perjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD,” ujar Bunbun.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan bahwa dirinya bersama fraksi serta Komisi II DPRD akan berupaya menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan warga di wilayah Desa Cipendeuy dan sekitarnya.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka dan penuh keakraban, sejumlah persoalan menjadi perhatian masyarakat. Di antaranya menyangkut kesempatan kerja, kondisi lingkungan, pelayanan kesehatan, serta kebutuhan sarana penunjang kegiatan masyarakat.
Bunbun menjelaskan bahwa Desa Cipendeuy merupakan salah satu wilayah yang berada di kawasan industri di Kabupaten Bandung Barat. Oleh sebab itu, isu ketenagakerjaan menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan warga.
Ia menilai penting adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak industri, dan masyarakat agar keberadaan kawasan industri juga memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar.
“Kami akan berupaya mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak industri, sehingga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bekerja,” katanya.
Selain persoalan ketenagakerjaan, Bunbun juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah yang berdekatan dengan kawasan industri. Ia menilai pengelolaan lingkungan harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat tetap dapat tinggal dengan aman dan nyaman.
Di sektor kesehatan, Bunbun menyatakan kesiapannya membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan, terutama bagi warga yang belum terdaftar atau mengalami kesulitan dalam program jaminan kesehatan.
“Apabila ada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam pelayanan kesehatan atau belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan, insyaAllah kami akan berupaya membantu agar mereka bisa mendapatkan pelayanan yang layak,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan reses tidak boleh hanya menjadi agenda formal semata. Aspirasi yang disampaikan masyarakat harus benar-benar diperjuangkan agar dapat diwujudkan melalui program pembangunan maupun kebijakan pemerintah daerah.
“Kami berharap kegiatan reses ini benar-benar menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan perjuangkan agar bisa direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan Masyarakat, “pungkasnya.
(Rushendi)

