Karawang,Jawa Barat | DerapHukum.Click |
Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang dinarasikan seorang nenek dihajar massa karena mencuri bawang di pasar Mangu, Boyolali, viral di media sosial. Polres Boyolali menyelidiki kasus ini.
“Setelah kita lakukan penyelidikan, alhamdulillah kita dapatkan lokasi ibu itu ada di Klaten alamatnya,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, Kamis (8/5).
Dikemukakan Rosyid, ibu tersebut berinisial SA, sekitar 67 tahun, warga Polanharjo, Klaten. Setiap harinya SA berjualan sayur dan gorengan keliling.
Terkait dengan penganiayaan SA, Rosyid menyampaikan, pagi itu SA ke Pasar Mangu, tiba sekitar pukul 05.30 WIB. Melihat ada peluang, dia melakukan upaya pencurian bawang sebanyak 5 kg.
Tetapi aksinya ketahuan pemilik yang kemudian melakukan pengejaran. SA lalu diamankan di pos keamanan pasar. Dua orang keamanan pasar, ZA (42) dan KA (56), kemudian menganiaya korban lantaran di pasar tersebut sebelumnya pernah terjadi beberapa kali pencurian. ZA dan KA mencurigai SA merupakan pelaku pencurian itu.
Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka yang cukup serius di beberapa bagian kepalanya dan sempat dirawat di rumah sakit selama empat hari. Korban mengalami luka di kepala dan mendapat jahitan tiga tempat, memar di bawah mata dan dagu akibat pukulan tangan kosong.
“Kepala ibu bocor karena terantuk tembok yang ada di pos keamanan, saking kerasnya pukulan yang diberikan oleh si pelaku ini,” tambahnya.
Setelah mendapati video viral itu, Polres Boyolali langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menemukan identitas nenek di video itu. Petugas juga telah mendatangi rumah nenek itu di Polanharjo, Klaten serta memintai keterangannya.
Menurut Kapolres, kondisi ekonomi SA ternyata pas-pasan. Selain harus mencukupi kebutuhan sehari-hari, dia juga terjerat utang di sejumlah tempat.
“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Sebagaimana diketahui bawah ibu juga cukup tua, umurnya sekitar 67 tahun dan didorong oleh kebutuhan hidup. Memang ternyata setelah kita lakukan pendalaman, kondisi ekonominya memang pas-pasan dan ibu ini berusaha untuk memenuhi kebutuhannya yaitu membayar utang,” ungkapnya.
(Hilman F)

