Brebes,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Menyambut arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Polda Jawa Tengah mulai mematangkan program pelayanan unggulan bertajuk Valet and Ride. Rapat koordinasi teknis digelar di Aula Rupatama Tantya Sudhirajati, Polres Brebes, Jumat (27/2/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Jateng, Kombes Pol Basya Radyananda, didampingi Dir Samapta Polda Jateng Kombes Pol Dr. Risto Samodra, serta Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah. Hadir pula para Kapolres, Kabag Ops, dan Kasat Lantas jajaran Eks-Wilayah Pekalongan.
Dalam sambutannya, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menyatakan kesiapan jajarannya menjadi tuan rumah sekaligus titik pusat (check point) pelaksanaan program tersebut.

Ia menegaskan, Valet and Ride merupakan program prioritas Polda Jateng yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, sekaligus memperkuat citra Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Kami mohon dukungan seluruh jajaran di Eks-Wilayah Pekalongan agar pelaksanaan tahun ini bisa lebih maksimal dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Lilik.
Berdasarkan paparan Kasat Lantas Polres Brebes, program Valet and Ride dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 19 Maret 2026. Lokasi pusat kegiatan tetap dipusatkan di Nasmoco Brebes, dengan pertimbangan kelengkapan fasilitas, termasuk area parkir luas dan helipad.
Tahun ini, Polri menargetkan 1.447 pemudik dengan 1.078 unit sepeda motor yang akan diangkut menggunakan skema bus penumpang dan truk towing (pengangkut motor).

Pemberangkatan dibagi menjadi tiga gelombang setiap hari, yakni pukul 10.00 WIB, 13.00 WIB, dan 16.00 WIB. Armada bus dan truk *towing* akan dikerahkan dari masing-masing Polres jajaran untuk mendukung kelancaran program tersebut.
Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda menekankan pentingnya perbaikan sejumlah catatan pelaksanaan tahun lalu, terutama terkait penjaringan peserta di titik-titik strategis seperti Simpang Jalingkut, Wanasari.
Menurutnya, optimalisasi sosialisasi menjadi kunci keberhasilan program.
“Sosialisasi harus digencarkan melalui pemasangan spanduk di jalur mudik, media sosial, dan berbagai kanal informasi lainnya. Tahun ini harus lebih optimal. Program ini menjadi daya ungkit untuk meraih dan meningkatkan kepercayaan publik,” tegasnya.
Ia juga memastikan akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan pada H-3 sebelum pelaksanaan guna memastikan seluruh kesiapan berjalan sesuai rencana.
Sementara itu, Dir Samapta Polda Jateng Kombes Pol Dr. Risto Samodra menekankan pentingnya keseragaman atribut dan visualisasi kendaraan operasional dalam pelaksanaan program.
Menurutnya, desain spanduk, backdrop, hingga branding pada truk towing harus seragam dan menonjolkan identitas Polri agar kehadiran aparat benar-benar dirasakan masyarakat.
“Visualisasi yang kuat dan seragam akan mempertegas pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujarnya.
Rapat koordinasi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut menandai dimulainya tahap persiapan intensif pengamanan dan pelayanan arus mudik Idul Fitri 1447 H di wilayah Jawa Tengah, khususnya di jalur Pantura yang menjadi salah satu titik krusial pergerakan pemudik nasional. (W.AKA)

