SUBANG | Deraphukum.click | Dalam rangka persiapan pengamanan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, 977 personel gabung dari TNI-POLRI dan Pemda Subang ikuti apel gelar pasukan Lilin Lodaya 2024 di Lapangan Tatag Trawang Tungga Polres Subang. Jumat 20 Desember 2024.
Apel gelar pasukan Lilin Lodaya Tahun 2024 itu dipimpin langsung Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu dan dihadiri oleh unsur TNI, BPBD, perwakilan Lanud Suryadarma, Satpol PP, Dishub, dinas terkait, serta pejabat utama Polres Subang.
Selain menyampaikan apresiasinya terhadap pihak yang hadir, Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan kelancaran dan keamanan Operasi Lilin Lodaya 2024 yang akan berlangsung pada 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025, dengan melibatkan 977 personel gabungan.

Ariek juga menjelaskan kegiatan Apel gelar pasukan operasi lilin lodaya ini adalah untuk sama-sama melangkah agar semuanya dalam kondisi siap siaga yang maksimal.
Sebanyak 977 personel gabungan terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, dan instansi lainnya, siap mengamankan jalannya perayaan Natal dan Tahun Baru di Subang.
“Yang menjadi konsen pengamanan yakni perayaan Natal di gereja dan malam pergantian tahun. Kita ploting personel di tempat-tempat tertentu selama Nataru,” kata AKBP Ariek.
Kapolres Subang mengungkapkan, untuk memaksimalkan pengamanan, pihaknya telah mendirikan pos terpadu, Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Pengamanan (Pospam) di beberapa titik seperti Tol Cipali, Jalur Pantura hingga titik strategis.
“Lokasi tersebut meliputi pusat perbelanjaan, gereja, kawasan wisata, serta tol Cipali hingga jalur pantura,” ucapnya.
Polres Subang juga berfokus pada keamanan dan kenyamanan masyarakat di tempat wisata, salah satunya dengan rekayasa lalu lintas secara tentatif untuk mengantisipasi kemacetan, terutama saat malam pergantian tahun.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman, termasuk saat berwisata,” tegasnya.
Ariek juga mengimbau kepada masyarakat dalam merayakan hiburan saat Nataru tidak perlu berlebihan dan mewaspadai cuaca yang tidak bagus pada akhir-akhir ini, misalnya hujan angin dan lain-lain saat malam tahun baru.
“Merayakan tahun baru lebih baik bersama keluarga di rumah tanpa harus keluar rumah pesta-pesta, apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan sehingga rawan bencana dan kecelakaan,” katanya.
Ariek juga menyebutkan pihaknya bakal melakukan pemantauan secara ekstra di tempat-tempat hiburan ataupun kegiatan-kegiatan masyarakat berkumpul.
“Kita lakukan perlindungan. Artinya, kalau sudah jamnya bubar, ya kita imbau untuk bubar, ” katanya. (Yandi)

