Karawang,Jawa Barat | Deraphukum.click |
Seorang karyawan mitra ekspedisi JNE di wilayah Galuhmas, Kabupaten Karawang, diduga kabur setelah membawa kendaraan operasional perusahaan beserta sejumlah paket kiriman pada Sabtu malam (malam Minggu).
Karyawan tersebut diketahui berinisial DA (Dwiki Agisna). Ia membawa mobil operasional jenis Grand Max berwarna putih dengan nomor polisi L 9676 CB yang digunakan untuk kegiatan pengiriman barang (delivery).

Berdasarkan keterangan rekan kerjanya yang berinisial ER, sekitar pukul 22.00 WIB, DA sempat kembali ke gudang/kantor. Pada saat itu, DA diketahui meminjam telepon genggam milik ER, yakni Samsung A56.
Seharusnya, pada jam tersebut DA melakukan penyetoran sisa paket serta uang hasil Cash On Delivery (COD). Namun, yang bersangkutan justru kembali pergi membawa kendaraan operasional lengkap dengan paket yang masih tersisa. Pihak gudang sempat menduga DA melanjutkan proses pengiriman seperti biasa.


Memasuki pukul 24.00 WIB, ER mencoba menghubungi DA melalui WhatsApp dan panggilan telepon. DA sempat merespons dengan mengirimkan pesan suara dan invoice, serta mengaku bahwa dirinya sedang mendorong mobil karena kehabisan bahan bakar.
ER kemudian menawarkan bantuan dengan menghubungi pihak terkait. Namun, DA kembali memberi kabar bahwa kendaraan tersebut telah diisi bahan bakar dan dapat kembali digunakan.

Situasi semakin mencurigakan ketika DA justru menghubungi mantan pacarnya yang berinisial I, dan memberikan nomor ER agar dapat dihubungi. Dalam pesannya, DA menyampaikan bahwa ponsel milik ER berada di dashboard mobil yang ia bawa.
Merasa ada kejanggalan, ER bersama rekannya HF mulai melakukan pencarian sekitar pukul 01.30 WIB hingga menjelang pukul 02.30 WIB. Mereka menyisir wilayah Perumnas Telukjambe Timur, yang merupakan area rute pengiriman DA, namun tidak menemukan keberadaan yang bersangkutan.


Informasi terakhir dari I menyebutkan bahwa DA sempat berkomunikasi saat berada di sebuah SPBU. Berbekal informasi tersebut, ER dan HF kemudian menelusuri sejumlah SPBU di wilayah Karawang.
Akhirnya, mereka menemukan mobil operasional tersebut terparkir di bahu jalan dalam kondisi kunci masih tergantung. Di dalam kendaraan, masih terdapat sejumlah paket kiriman serta ponsel milik ER.
Beruntung, kendaraan dan seluruh barang yang ada di dalamnya tidak sempat diambil oleh DA maupun pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
Pada keesokan paginya, tim JNE Galuhmas langsung mendatangi rumah DA dan menemui pihak keluarga untuk membicarakan persoalan tersebut, termasuk meminta pengembalian uang COD yang diduga dibawa oleh yang bersangkutan. Pihak keluarga mengaku terkejut atas kejadian yang melibatkan DA.
Hingga saat ini, keberadaan DA masih belum diketahui. Pihak perusahaan juga telah melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian setempat, dan laporan tersebut telah ditanggapi dengan baik.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepercayaan perusahaan serta keamanan barang kiriman milik pelanggan.
(Red)

