Pekalongan,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Warga Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, meriahkan tradisi tahunan Sedekah Bumi Legenonan dengan pagelaran wayang kulit bersama Ki Dalang Aditya Sabda Anindhita S.sn, mengusung lakon “Wahyu Mustika Ningrat.” Acara yang diadakan pada Minggu malam, 17 /5/2026,tersebut dihadiri oleh ratusan warga yang antusias menyaksikan pertunjukan seni tradisional hingga larut malam.
Kegiatan Sedekah Bumi ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas rezeki dan hasil bumi yang telah diperoleh, serta sebagai upaya untuk melestarikan tradisi budaya warisan leluhur yang masih dijaga hingga kini.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Kalipancur, Muhroji, bersama Forkopimcam Bojong, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga setempat. Dalam kesempatan itu, Muhroji menjelaskan bahwa pagelaran wayang kulit ini tidak menggunakan anggaran desa, melainkan merupakan hasil swadaya masyarakat dan dukungan pribadi panitia.

“Pagelaran wayang ini berasal dari swadaya masyarakat dan partisipasi individu. Kami membuat kupon seharga Rp5 ribu, dan alhamdulillah terkumpul sekitar Rp13 juta,” ujarnya.
Muhroji menambahkan, kupon yang dibagikan kepada masyarakat digunakan untuk doorprize yang menawarkan berbagai hadiah menarik, seperti kipas angin, mesin cuci, lemari es, alat penyemprot padi, hingga hadiah utama berupa sepeda listrik.

Dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung kegiatan Sedekah Bumi Legenonan dan pagelaran wayang kulit sebagai bentuk hiburan serta pelestarian tradisi desa. Kepala Desa juga mengungkapkan bahwa kegiatan Legenonan atau selamatan desa dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pelaksanaan pagelaran wayang kulit disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan dana.
“Wayang kulit memang menjadi harapan warga. Masyarakat menginginkan Legenonan tetap ada pertunjukan wayangnya seperti di tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Muhroji berharap, melalui kegiatan Sedekah Bumi ini, tali silaturahmi antarwarga semakin erat, masyarakat tetap bersatu, kompak, dan solid, serta diberikan keberkahan dan hasil panen yang melimpah.
“Pesan kami kepada masyarakat adalah tetap bersatu, kompak, dan solid,” tutupnya.

Dengan semangat persatuan dan rasa syukur, acara Sedekah Bumi Legenonan di Desa Kalipancur menjadi simbol kelestarian budaya dan harapan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat setempat.
( Ari )

