KAJEN, | Deraphukum.click | Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata
Kabupaten Pekalongan akhirnya kembali menggelar seleksi Duta Wisata Tahun 2026. Agenda yang pernah menjadi etalase promosi budaya dan pariwisata daerah itu kini dihidupkan lagi di tengah dorongan memperkuat identitas wisata lokal dan ekonomi kreatif generasi muda.
Kembalinya ajang pemilihan duta wisata ini langsung mendapat perhatian publik. Banyak pihak menilai vakumnya kegiatan selama bertahun-tahun membuat ruang promosi pariwisata Kabupaten Pekalongan kehilangan gaung, terutama di kalangan anak muda.

Pada tahapan seleksi yang berlangsung Rabu 13 Mei 2026, sebanyak 74 calon duta wisata kabupaten Pekalongan mengikuti tes di Aula Setda Kabupaten Pekalongan.
Disampaikan Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Argo Yudha Ismoyo, Pemerintah daerah menilai kebangkitan kembali seleksi duta wisata bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ajang ini diharapkan menjadi wadah lahirnya figur muda yang mampu menjadi wajah promosi daerah, sekaligus menjawab tantangan pariwisata digital yang kini berkembang cepat.
“Selama beberapa tahun terakhir, regenerasi promotor wisata daerah praktis terhenti. Tahun 2026 ini kami ingin menghidupkan kembali semangat itu untuk kembali mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Menurutnya, Seleksi Duta Wisata 2026
saat ini harus mampu beradaptasi dengan pola promosi modern. Tidak cukup hanya tampil di panggung acara formal, tetapi juga aktif membangun citra wisata daerah melalui platform digital yang dekat dengan generasi muda.
“Publik juga menyoroti tantangan besar yang harus dijawab pemerintah daerah. Vakumnya program selama enam tahun dinilai tidak boleh terulang. Banyak pihak berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada malam final dan seremoni seleksi, melainkan benar-benar melahirkan program berkelanjutan yang berdampak bagi sektor pariwisata,” terangnya.
Ditambahkan, Kabupaten Pekalongan sendiri memiliki potensi wisata yang cukup besar, mulai dari wisata alam pegunungan, budaya, religi, hingga sentra kerajinan dan kuliner khas. Sayangnya, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya terpromosikan secara maksimal di tingkat regional maupun nasional.

Dengan digelarnya kembali seleksi Duta Wisata 2026, Pemkab Pekalongan diharapkan tidak sekadar mengulang agenda lama, tetapi mampu menghadirkan konsep baru yang lebih relevan, kreatif, dan konsisten dalam mendorong promosi daerah.
Ajang ini sekaligus menjadi tantangan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun citra pariwisata Kabupaten Pekalongan setelah enam tahun vakum tanpa regenerasi duta wisata.
( Ari )

