Kerinci, | Deraphukum.click | Polemik dugaan pengumpulan uang dari siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di MAN 3 Kerinci memasuki babak baru. Seorang siswa memberikan informasi kepada awak media bahwa dalam kegiatan yasinan pada Jum’at 18 September 2026, seorang guru disebut marah-marah membahas persoalan PIP dan siswa kemudian diminta memberikan pernyataan bahwa pemberian uang tersebut merupakan inisiatif mereka sendiri serta tidak ada unsur pemaksaan.
Informasi tersebut disampaikan siswa kepada awak media pada Jum’at, 18 September 2026, di Percakan DM Instagram Media ini, siswa tersebut mengaku di perintah untuk memberi pernyataan Bahwa Persoalan yang tengah hangat ini tidak benar, dan semua itu insiatif siswa untuk membantu teman nya yang tidak mendapat PIP.
“bang tadi Guru yang marah-marah saat yasinan itu nyebut soal persoalan PIP , Dan para siswa nanti diminta kalau ad wartawan datang bilang kalau ikhlas kasih ny ke kawan,dan tidak ada unsur pemaksaan demi menghapus nama buruk MAN 3 gitu katanya.” Jelas Sumber yang ingin identitasnya di sembunyikan.
Lebih lanjut siswa tersebut juga mengaku para penerima Iuran tersebut sempat di kumpulkan oleh pihak man 3, Kerinci dan di ketahui Pada Hari selasa Instruksi yang sama juga terjadi , Jika ada wartawan datang harus kompak bilang tidak ada pemotongan PIP.
Sebelumnya, sejumlah siswa menyebut adanya permintaan uang sebesar Rp300 ribu kepada penerima PIP.
Pihak MAN 3 Kerinci memberikan penjelasan berbeda. Operator madrasah, Azlan, menyebut uang tersebut berkaitan dengan donasi atau sedekah. Kepala MAN 3 Kerinci, Tistiarni, juga menyatakan pemberian tersebut merupakan inisiatif siswa penerima PIP untuk berbagi.
Kini muncul pertanyaan baru:
Jika pemberian tersebut memang sepenuhnya inisiatif siswa dan tanpa paksaan, mengapa siswa disebut perlu memberikan penjelasan khusus mengenai hal tersebut ketika persoalan PIP dikonfirmasi wartawan?
JambiAktual.co.id belum menyimpulkan bahwa arahan tersebut berasal dari Kepala MAN 3 Kerinci maupun pihak tertentu. Informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada siswa lain yang hadir dalam kegiatan yasinan serta pihak madrasah.
Kepala MAN 3 Kerinci juga memiliki hak untuk menjelaskan apakah benar terdapat pengarahan kepada siswa dan siapa yang memberikan arahan tersebut.
Polemik PIP MAN 3 Kerinci kini bukan hanya soal uang Rp300 ribu. Persoalan baru yang perlu dijelaskan adalah apakah siswa benar-benar memberikan uang atas inisiatif sendiri, dan apakah pernah ada arahan kepada mereka mengenai keterangan yang harus disampaikan kepada wartawan.
terkait informasi adanya oknum guru yang marah saat yasinan terkait persoalan PIP , Salah satu Oknum Guru yang mengaku waka di man 3 Kerinci mengaku dirinya hanya menegaskan dan memberi masukan dan membantah di sebut marah
” Bukan Marah , Cuma menerangkan berita yang berdar ndi , itu abang yang menyampaikan tadi dindo biar siswa yang tidak tau menjadi paham terkait berita yang beredar” jelasnya
lebih lanjut, Waka tersebut mengaku tidak pernah melakukan intimidasi terhadap siswa.
” terkait intimidasi ke pada siswa, itu yo dak ado, itu salwa yo yang menyampaikan ke awak dindo”Lanjutnya mencoba mengorek Sumber Media Ini.
(phl)

