Subang,Jawa Barat l deraphukum.click l Menjelang Pilkades serentak Kabupaten Subang Desember 2026, warga Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Cijambe, menyuarakan keresahan.
Mereka meminta Panitia Seleksi Pilkades agar lebih teliti dan selektif dalam memverifikasi rekam jejak para bakal calon Kepala Desa Tanjung Wangi.
Desakan ini mencuat setelah viralnya pemberitaan di beberapa media terkait dugaan penggelapan Dana Ketahanan Pangan yang bersumber dari Kementerian. Dalam isu yang beredar, terduga pelaku disebut-sebut merupakan salah satu bakal calon Kades yang akan bertarung.
Beberapa warga yang diwawancarai wartawan pada Jumat (17/9/2026) mengatakan, Pilkades harus menjadi momentum perubahan.
“Kami sudah jenuh dengan janji-janji pemimpin sebelumnya. Perubahan yang kami harapkan hanya sedikit yang ada. Bahkan kami mendengar banyak menyisakan persoalan terkait penggunaan anggaran dari pemerintah,” ujar warga.
“Iya Mas, kami sudah bosan dengan janji kampanye, tapi prakteknya hanya sedikit yang dilaksanakan,” imbuhnya.
Warga juga menyoroti pengelolaan dana pertanian saat masih dikelola Gapoktan Desa.
“Kami sangat mendukung Panitia Seleksi untuk lebih cermat. Apalagi yang kami tahu saat ini, ada salah satu calon yang dulu berurusan dengan pengelolaan dana pertanian semasa menjadi anggota Gapoktan. Kabarnya sapi yang dibudidayakan telah dijual, tapi kami tidak tahu kemana peruntukan penjualan sapi yang bersumber dari uang kementerian itu,” tambahnya.
Isu ini semakin ramai setelah sejumlah wartawan di Subang dikabarkan telah mengajukan permohonan resmi kepada Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Subang untuk melakukan audit terhadap dana tersebut
“Kami tidak ingin dipimpin oleh yang tidak amanah. Jangan lagi tikus-tikus rakus yang menjaga lumbung padi kami. Kami ingin Desa Tanjung Wangi yang kami cintai ini bisa menjadi desa yang maju dan mandiri,” tutup warga.
Diketahui, Pilkades Desa Tanjung Wangi akan diikuti oleh 8 bakal calon yang akan memperebutkan kursi orang nomor satu di desa tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi. Redaksi masih berupaya meminta hak jawab dari pihak Gapoktan dan bakal calon yang dimaksud.
( Red )

