KARAWANG,Jawa Barat | Deraphukum.click | Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meresmikan Kilang LPG Cilamaya milik PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).
Peresmian kilang tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan sumber daya gas bumi dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Dalam sambutannya, Bahlil menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas pengolahan LPG memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional, sebagaimana menjadi salah satu arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita.

Menurut Bahlil, tingginya kebutuhan LPG nasional yang masih dipenuhi melalui impor menjadi perhatian serius pemerintah. Oleh karena itu, optimalisasi potensi sumber daya energi di dalam negeri perlu terus dilakukan melalui pengembangan industri pengolahan gas bumi.
Ia juga mengapresiasi kerja sama antara Pertamina dan PT Energi Nusantara Perkasa yang dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi masyarakat Indonesia.
“Karena itu, saya mengapresiasi kerja sama Pertamina dan PT Energi Nusantara Perkasa yang bisa memberikan kontribusinya kepada Ibu Pertiwi dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Bahlil saat peresmian Kilang LPG Cilamaya di Karawang.
Bahlil menegaskan, pemerintah tidak semata-mata melihat besar atau kecilnya skala industri yang dibangun. Menurutnya, hal terpenting adalah bagaimana potensi gas bumi nasional dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan LPG dari luar negeri.
“Hampir semua dunia sekarang berpikir tentang bagaimana bisa mengamankan sektor energi mereka dari dalam negeri mereka masing-masing. Ini tantangan kita,” katanya.
### Kilang Baru Dibangun Selama 13 Bulan
PT Energi Nusantara Perkasa merupakan perusahaan swasta nasional yang sebelumnya telah beroperasi di Gresik, Jawa Timur, sejak 2007. Perusahaan tersebut bergerak dalam pengolahan gas bumi untuk menghasilkan LPG.
Selama kurang lebih 19 tahun beroperasi, PT ENP tercatat telah memproduksi sekitar 1 juta ton LPG dengan kapasitas pengolahan gas sebelumnya mencapai 100 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD).
Sementara itu, pembangunan Kilang LPG Cilamaya di Kabupaten Karawang membutuhkan waktu sekitar 13 bulan dengan nilai investasi mencapai US$36,93 juta. Proyek tersebut juga menyerap sekitar 200 tenaga kerja selama proses pembangunan berlangsung.

Kehadiran fasilitas baru ini menambah kapasitas pengolahan gas PT ENP dari sebelumnya 100 MMSCFD menjadi total 140 MMSCFD.
### Produksi LPG Ditargetkan 160 Ton per Hari
Kilang LPG Cilamaya dirancang untuk mengolah gas bumi dengan kapasitas 40 MMSCFD. Dari fasilitas tersebut, perusahaan membidik produksi LPG sebesar 160 ton per hari serta kondensat sebanyak 320 barel per hari.
Dalam satu tahun, kilang tersebut dirancang menghasilkan sekitar 52.800 ton LPG. Jumlah itu setara dengan kurang lebih 18,7 juta tabung LPG berukuran 3 kilogram.
Berdasarkan penjelasan Bahlil, kapasitas produksi kilang tersebut diproyeksikan mampu memasok sekitar 10 hingga 15 persen dari total konsumsi LPG di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Ia menyebutkan bahwa konsumsi LPG di kedua wilayah tersebut mencapai sekitar 1.000 hingga 1.500 ton per hari. Dengan demikian, produksi dari Kilang LPG Cilamaya diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pasar regional.
“Ini kontribusi besar. Kita berangkat dari hal kecil untuk mencapai hal besar. Kecil enggak apa-apa, tapi kalau ada beberapa titik yang seperti ini, dikumpulkan besar juga, karena memang spot-spot bahan baku kita tidak semuanya merata,” tegas Bahlil.
### Dorong Pemanfaatan Sumber Daya Energi Dalam Negeri
Beroperasinya Kilang LPG Cilamaya diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan gas bumi nasional, meningkatkan kapasitas produksi LPG dalam negeri, serta mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Pembangunan fasilitas pengolahan gas di berbagai wilayah juga menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya energi yang tersebar di Indonesia.
Dengan tambahan kapasitas produksi dari Cilamaya, PT Energi Nusantara Perkasa diharapkan dapat berkontribusi terhadap ketersediaan LPG, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa Barat dan DKI Jakarta.
(Red)

