KARAWANG, Deraphukum click — Semangat membangun kepedulian terhadap dunia pendidikan terus ditunjukkan PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara. Pada Selasa siang, 25 Agustus 2026, Founder GOKAR Syuhada Wisastra, Direktur GOKAR Muhammad Aldy Fadhilah, jajaran staf, serta para team leader GOKAR berkumpul di Warkop SkuyZ untuk mematangkan persiapan program GOKAR Peduli Sekolah.
Program tersebut dirancang sebagai gerakan sosial dan kolaborasi GOKAR yang menyasar lingkungan pendidikan, mulai dari SMP, SMA hingga SMK di Kabupaten Karawang. Bukan sekadar program seremonial, GOKAR ingin menghadirkan sebuah gerakan yang melibatkan kekuatan internal perusahaan hingga para driver sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, menyusun mekanisme kerja, serta mempersiapkan pola koordinasi para team leader yang nantinya akan mengatur dan mendampingi para driver GOKAR di masing-masing sekolah.
Para team leader diproyeksikan menjadi penghubung utama di lapangan. Mereka akan memastikan komunikasi, pembagian tugas, kedisiplinan, hingga kesiapan para driver dapat berjalan secara terkoordinasi ketika program mulai dilaksanakan di berbagai sekolah di Kabupaten Karawang.
Bagi GOKAR, pendidikan bukan sekadar urusan sekolah dan pemerintah. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian banyak pihak.
Karena itu, GOKAR Peduli Sekolah dipersiapkan sebagai bentuk nyata bahwa perusahaan lokal juga dapat mengambil peran dalam memberikan warna positif bagi masa depan generasi muda Karawang.
Founder GOKAR Syuhada Wisastra mengatakan, GOKAR ingin membuktikan bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya diukur dari layanan yang diberikan kepada pelanggan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Kami ingin GOKAR hadir bukan hanya sebagai layanan transportasi online, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Karawang. Melalui GOKAR Peduli Sekolah, kami ingin membangun kepedulian bersama terhadap dunia pendidikan,” ujar Syuhada.
Menurutnya, keterlibatan para driver menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan program tersebut. Driver GOKAR selama ini menjadi bagian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga memiliki posisi strategis dalam membawa semangat kepedulian GOKAR ke lingkungan sekolah.
“Team leader akan menjadi penghubung dan pengatur di lapangan. Kita ingin semuanya terkoordinasi, sehingga driver yang terlibat memahami tugas, etika, serta tanggung jawabnya ketika berada di lingkungan sekolah,” katanya.
Syuhada menegaskan bahwa program tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan sesaat.
“Kami tidak ingin sekadar datang dan membuat kegiatan. Yang paling penting adalah bagaimana program ini benar-benar memberikan manfaat dan bisa menjadi bentuk kolaborasi yang berkelanjutan antara GOKAR dengan sekolah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa GOKAR ingin membangun program yang memiliki dampak lebih panjang. Setiap sekolah nantinya diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan semangat perusahaan, kepedulian driver, peran guru, serta harapan para siswa.
Sementara itu, Direktur GOKAR Muhammad Aldy Fadhilah menekankan pentingnya kesiapan teknis dan koordinasi sebelum program dilaksanakan.
“Program ini membutuhkan koordinasi yang kuat. Karena nantinya ada banyak sekolah dan driver yang terlibat, maka pembagian wilayah, komunikasi team leader dengan driver, serta standar pelayanan harus dipersiapkan sejak awal,” kata Aldy.
Ia berharap seluruh team leader dapat memahami perannya masing-masing sehingga pelaksanaan GOKAR Peduli Sekolah dapat berjalan tertib dan profesional.
Driver GOKAR Siap Menjadi Bagian dari Gerakan Kepedulian
Semangat GOKAR Peduli Sekolah juga mendapat respons positif dari para driver yang hadir dalam persiapan program tersebut.
Salah seorang driver GOKAR, Abah Karma, mengatakan dirinya siap mendukung program tersebut.
“Kalau untuk kegiatan yang bermanfaat bagi sekolah dan anak-anak, kami sebagai driver tentu siap mendukung. Yang penting koordinasinya jelas dan kita bisa menjalankan tugas dengan baik,” ungkap Abah Karma.
Senada, driver GOKAR lainnya, Ayi, menilai program tersebut dapat menjadi kesempatan bagi para driver untuk lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami bukan hanya mencari penumpang. Kalau ada kesempatan ikut kegiatan sosial seperti ini, tentu kami senang. Mudah-mudahan GOKAR Peduli Sekolah bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh sekolah dan para siswa,” ujar Ayi.
Sementara itu, Hery Jabrig menyatakan kesiapan untuk mengikuti arahan team leader dalam pelaksanaan program.
“Kami siap mengikuti koordinasi dan arahan dari team leader. Kalau pembagian sekolah dan tugasnya sudah jelas, teman-teman driver tinggal menjalankan sesuai aturan yang ditetapkan GOKAR,” katanya.
Bagi para driver, keterlibatan dalam program tersebut bukan sekadar menjalankan instruksi perusahaan. Ada kebanggaan tersendiri ketika profesi yang mereka jalani dapat ikut memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Di sisi lain, kehadiran para driver GOKAR di lingkungan sekolah nantinya juga diharapkan membawa pesan bahwa siapa pun dapat mengambil bagian dalam membangun pendidikan. Dari balik kemudi kendaraan, mereka dapat menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih besar.
Dari Karawang untuk Masa Depan Generasi Karawang
Pertemuan di Warkop SkuyZ, Selasa siang, 25 Agustus 2026, menjadi salah satu langkah awal dalam mematangkan konsep dan mekanisme pelaksanaan GOKAR Peduli Sekolah.
Apa yang sedang dipersiapkan GOKAR bukan sekadar agenda perusahaan. Di dalamnya terdapat semangat untuk mempertemukan dunia usaha, driver, sekolah, guru, siswa, dan masyarakat dalam satu gerakan kepedulian.
GOKAR ingin menunjukkan bahwa perusahaan yang lahir dan tumbuh di Karawang juga dapat mengambil peran dalam menyiapkan masa depan Karawang.
Sebab, ketika sebuah perusahaan memilih untuk peduli terhadap pendidikan, yang dibangun bukan hanya sebuah program, melainkan harapan.
Dan ketika para driver, team leader, staf, hingga pimpinan perusahaan berjalan bersama menuju sekolah-sekolah, yang dibawa bukan hanya nama GOKAR, tetapi juga sebuah pesan sederhana:
Bahwa masa depan Karawang adalah tanggung jawab bersama.
Melalui GOKAR Peduli Sekolah, semangat itu mulai digerakkan.
GOKAR Peduli, Sekolah Berdaya, Generasi Berkarya.

