Purwakarta, Jawa Barat | DerapHukum.click | Pondok Pesantren Daruttawabin Al Rosy turut menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperingati Hari Pramuka tingkat Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan tersebut digelar dalam bentuk Jambore Ranting yang diikuti 33 sekolah se-Kecamatan Bojong, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Perkemahan dilaksanakan pada 8–11 Agustus 2025 di Bumi Perkemahan (Buper) Kampung Ciawi, Desa Sindang Panon, Kecamatan Bojong.
Pondok Pesantren Daruttawabin Al Rosy mengirimkan santri dan santriwatinya untuk ikut serta agar mereka dapat menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan mampu menjadi cikal bakal generasi penerus bangsa yang siap menghadapi tantangan di masa depan.
Rangkaian kegiatan Jambore Ranting meliputi:
Upacara pembukaan
Malam kreasi seni
Upacara unggun api
Upacara penutupan
Pendiri Pondok Pesantren Daruttawabin Al Rosy menyampaikan bahwa pengiriman santri untuk mengikuti Jambore Ranting bukan hanya untuk melatih kedisiplinan dan keterampilan baris-berbaris, tetapi juga membentuk kepribadian, memperkuat mental, serta menanamkan nilai-nilai kebhinekaan dan persatuan bangsa.
> “Kalian adalah simbol generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu menjadi teladan, tidak hanya saat mengikuti kegiatan jambore, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, pondok, lingkungan, maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh rangkaian kegiatan Jambore Ranting dapat berjalan lancar, aman, dan bermakna, dengan menekankan pentingnya semangat dan kedisiplinan selama kegiatan berlangsung.
Dari seluruh santri yang ada, hanya 22 orang terpilih untuk mengikuti perkemahan, terdiri dari 11 santri putra dan 11 santri putri. Mereka didampingi dua pembina, yaitu Ahmad Tohir, S.Ag., sebagai pembina pendamping putra, dan Selvi Nurlita sebagai pembina pendamping putri.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembinaan intensif dari para pendamping profesional, dengan materi yang mencakup pembentukan fisik, penguatan mental, wawasan kebangsaan, serta pendidikan karakter. Tujuannya adalah membentuk generasi muda yang berintegritas, berdisiplin, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.
Para santri diharapkan dapat menjadi representasi generasi muda Indonesia yang tangguh, cerdas, dan cinta tanah air. (Red)

