Karawang,Jawa Barat | Deraphukum.click | Selasa, 01 September 2026 Dunia musik kembali menjadi ruang bagi dua musisi asal Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk terus berkarya. Kali ini, sebuah konsep konten baru bernama VIOLIS PROJECT resmi mulai berjalan pada 1 September 2026.
VIOLIS PROJECT merupakan sebuah konten kreatif yang mengangkat dunia musik dengan menghadirkan karya-karya yang dibuat dan dikembangkan sendiri. Konten ini tidak hanya berfokus pada musik, tetapi juga akan menghadirkan berbagai kegiatan dan pembahasan yang masih berkaitan dengan perjalanan, kreativitas, serta kehidupan para musisi.
Yang menjadi ciri khas VIOLIS PROJECT adalah konsepnya yang hanya melibatkan dua orang/personel utama, yaitu Erik Fria Dewantara dan Endra Saepudin. Keduanya merupakan musisi asal Karawang yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia musik dan sama-sama berasal dari wilayah Cilamaya.
Berawal dari Nama VIOLIS BAND
Nama VIOLIS PROJECT tidak muncul begitu saja. Nama tersebut diambil dari nama band yang didirikan oleh Erik Fria Dewantara, yaitu VIOLIS BAND.
VIOLIS BAND menjadi bagian penting dari perjalanan Erik dalam mempertahankan kecintaannya terhadap musik. Dalam perjalanannya, VIOLIS BAND menghadapi berbagai lika-liku, mulai dari pergantian personel, pencarian rekan bermusik yang memiliki visi yang sama, hingga proses pengembangan dan perubahan aransemen dari berbagai karya musik yang telah dibuat.

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga. Berbagai perubahan personel dan aransemen justru menjadi bagian dari proses untuk menemukan bentuk musik dan konsep yang lebih sesuai dengan karakter yang ingin dibangun.
Dari perjalanan itulah kemudian muncul gagasan untuk menghadirkan VIOLIS PROJECT sebagai sebuah wadah konten yang lebih fleksibel.
Dua Musisi, Satu Perjalanan
VIOLIS PROJECT mempertemukan Erik Fria Dewantara dan Endra Saepudin dalam satu ruang kreativitas.
Erik Fria Dewantara dikenal sebagai pendiri VIOLIS BAND sekaligus musisi yang terus berusaha mempertahankan eksistensinya di dunia musik. Sementara Endra Saepudin merupakan musisi asal Karawang yang juga memiliki pengalaman dalam perjalanan musik bersama Erik.
Keduanya memiliki latar belakang dan pengalaman bermusik yang membuat VIOLIS PROJECT bukan sekadar sebuah konten biasa, tetapi menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam menjaga semangat berkarya.
Dengan hanya dua orang yang menjadi bagian utama dalam konten, VIOLIS PROJECT ingin menunjukkan bahwa keterbatasan jumlah personel bukan alasan untuk berhenti menciptakan karya.
Mengangkat Musik Hak Cipta Sendiri
Salah satu fokus utama VIOLIS PROJECT adalah menghadirkan konten musik dengan karya hak cipta sendiri.
Karya-karya tersebut akan dikembangkan melalui proses kreatif, mulai dari ide musik, aransemen, permainan instrumen, hingga penyajian dalam bentuk konten.
Bagi Erik dan Endra, karya musik bukan hanya mengenai bagaimana sebuah lagu terdengar, tetapi juga tentang cerita, pengalaman, perasaan, dan perjalanan yang ada di balik terciptanya sebuah karya.
Karena itu, VIOLIS PROJECT diharapkan dapat menjadi tempat untuk memperkenalkan karya-karya mereka sekaligus mendokumentasikan perjalanan bermusik yang mereka jalani.
Bukan Sekadar Bermain Musik
Meski musik menjadi bagian utama, VIOLIS PROJECT nantinya tidak hanya berisi penampilan lagu.
Berbagai konten yang masih berhubungan dengan dunia musik juga dapat menjadi bagian dari perjalanan VIOLIS PROJECT. Mulai dari proses latihan, pembahasan musik, aransemen lagu, cerita di balik sebuah karya, aktivitas bermusik, hingga berbagai konten kreatif lainnya.
Konsep tersebut dibuat agar VIOLIS PROJECT dapat berkembang menjadi sebuah ruang kreatif yang menggambarkan kehidupan dua musisi dari daerah yang terus berusaha berkembang dan memperkenalkan karya mereka.
Dari Cilamaya untuk Dunia Musik
Erik Fria Dewantara dan Endra Saepudin merupakan dua musisi yang berasal dari Cilamaya, Karawang.
Dari wilayah tersebut, mereka mencoba membangun kembali semangat bermusik dengan memanfaatkan perkembangan dunia digital. Kehadiran VIOLIS PROJECT menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan karya dan perjalanan mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
Tidak harus berasal dari kota besar untuk dapat berkarya. Dari Cilamaya, Karawang, mereka ingin menunjukkan bahwa musisi daerah juga mampu menciptakan karya, membangun kreativitas, dan terus mengikuti perkembangan dunia musik.
Memulai Babak Baru
Tanggal 1 September 2026 menjadi awal baru bagi VIOLIS PROJECT.
Setelah melalui berbagai perjalanan, perubahan personel, proses pencarian karakter musik, serta berbagai perubahan aransemen, Erik Fria Dewantara dan Endra Saepudin memilih untuk terus melangkah.
VIOLIS PROJECT hadir sebagai sebuah perjalanan baru dengan semangat sederhana:
Terus berkarya, terus bermusik, dan terus membawa nama Karawang melalui karya.
Dua orang, dua musisi, satu wadah kreativitas.
VIOLIS PROJECT.
Sebuah project yang lahir dari perjalanan VIOLIS BAND dan menjadi ruang bagi Erik Fria Dewantara serta Endra Saepudin untuk terus menciptakan, memainkan, dan memperkenalkan karya musik mereka.
Mulai 1 September 2026, perjalanan VIOLIS PROJECT resmi dimulai.
(Red)

