Cilamaya, Karawang, Jawa Barat | Deraphukum.click | Sebuah keluhan yang disampaikan oleh seorang tenaga kesehatan terhadap salah satu klinik di wilayah Cilamaya menjadi sorotan warganet. Dalam unggahan yang viral di media sosial, ia mengungkapkan dugaan perlakuan tidak profesional yang dialami ibunya saat menjalani pemeriksaan kesehatan di klinik tersebut.
Tenaga kesehatan yang diketahui bekerja di salah satu rumah sakit tertua di Jakarta itu menyarankan ibunya untuk melakukan pemeriksaan hematologi lengkap di sebuah klinik yang berlokasi dekat dari rumah mereka. Karena tidak bisa mendampingi secara langsung, ia memantau proses pemeriksaan melalui aplikasi WhatsApp dengan bantuan sang adik yang menemani ibunya.
Namun, saat pengambilan sampel darah dilakukan, adiknya sempat merekam proses tersebut dan mendapati bahwa darah yang keluar sangat sedikit—hanya setitik di ujung jarum suntik. Meski demikian, pihak klinik menyatakan bahwa mereka telah mengambil darah sebanyak 1 cc dan bahkan hasil laboratorium sudah keluar dalam waktu singkat dengan status “normal”.
“Sebagai tenaga kesehatan, saya tahu bahwa jumlah darah segitu tidak cukup untuk pemeriksaan hematologi lengkap. Apalagi hasilnya keluar terlalu cepat. Saya jadi mempertanyakan, hasil itu berasal dari mana?” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia juga menyebut bahwa perawat yang mengambil darah tampak sengaja mengalihkan perhatian ibunya selama proses berlangsung, yang diduga bertujuan agar sang ibu tidak menyadari bahwa pengambilan darah tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kekecewaan semakin bertambah ketika keluarga mencoba mengonfirmasi langsung kepada pihak klinik, namun justru mendapat respons yang dinilai tidak simpatik: “Kalau ibu merasa ragu, silakan pergi ke klinik lain.”
Unggahan tersebut pun mendapat banyak respons dari masyarakat, terutama warga Cilamaya, yang menyuarakan keprihatinan dan menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menerima layanan kesehatan.
“Tujuan saya bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai pembelajaran bersama. Saya hanya merasa sedih dan kecewa karena orangtua saya diperlakukan seperti itu,” tulisnya menutup pernyataan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak klinik yang bersangkutan belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.(Lukmanul Hakim)

