Karawang, Jawa Barat | Deraphukum.click | 29 Agustus 2025, Aksi demonstrasi yang digelar ratusan massa di pusat Kota Karawang berubah ricuh setelah aparat kepolisian diduga melakukan tindakan represif. Bentrokan memanas ketika peserta aksi yang awalnya menyuarakan keadilan, justru mendapat perlakuan keras di luar batas kemanusiaan.
Saksi mata menyebutkan sejumlah demonstran mengalami luka serius akibat pukulan pentungan dan tendangan aparat. Beberapa terlihat tersungkur, bahkan berlumuran darah di atas aspal. “Kami hanya ingin keadilan! Kenapa kami dipukuli?” teriak seorang ibu yang menyaksikan anaknya dipukul mundur.

Jeritan “Hidup rakyat! Hidup perlawanan!” menggema di tengah suasana mencekam. Polisi dengan tameng dan pentungan disebut maju membubarkan massa tanpa memberi ruang dialog. Situasi semakin memanas ketika korban berjatuhan, namun massa tetap bertahan mengangkat poster dan menyuarakan tuntutan.
Peristiwa ini memicu kecaman publik luas. Banyak yang mempertanyakan komitmen aparat terhadap prinsip demokrasi, di mana hak rakyat untuk menyampaikan pendapat seharusnya dijamin undang-undang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait jumlah korban maupun kronologi lengkap bentrokan. Massa aksi berjanji akan terus menyuarakan tuntutan mereka hingga keadilan ditegakkan.
(Erick Rahman Kalauw)

