Brebes,Jawa Tengah | Deraphukum,click | Warga Dukuh Karang Anggrung, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia di dalam rumahnya sendiri, Kamis (12/2/2026).
Korban diketahui bernama Sutoim (61), seorang warga setempat yang selama ini tinggal seorang diri setelah istrinya meninggal dunia beberapa tahun lalu. Ia ditemukan dalam kondisi sudah meninggal di kamar rumahnya dengan posisi tertelungkup di atas tempat tidur.
Berdasarkan keterangan warga, korban sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Sehari-hari, Sutoim diketahui bekerja sebagai pencari barang bekas (rongsokan) di sekitar wilayah Jatisawit.
Ketua RT 05/RW 02 Dukuh Karang Anggrung, Darto Wibowo, membenarkan bahwa korban merupakan warganya yang telah lama hidup sendiri.
“Kami menerima laporan dari menantu korban yang rumahnya berdampingan. Sudah beberapa hari korban tidak terlihat keluar rumah, padahal biasanya beliau beraktivitas mencari rongsokan,” ujar Darto kepada awak media.

Karena merasa khawatir, pihak keluarga dan warga setempat berinisiatif mengecek kondisi rumah korban. Namun, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam sehingga warga tidak berani masuk tanpa disaksikan aparat setempat.
“Kami kemudian menghubungi perangkat Desa Jatisawit. Setelah perangkat desa hadir, kami bersama-sama mendobrak pintu rumah karena terkunci dari dalam,” jelasnya.
Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah menunjukkan tanda-tanda pembengkakan dan perubahan warna kulit yang diduga akibat sudah beberapa hari meninggal.
Kapolsek Bumiayu, AKP Edi Mardiyanto ,SE , menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari perangkat desa dan warga.
“Setelah menerima laporan, kami bersama anggota segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pemeriksaan awal bersama tim medis, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur dan secara profesional,” ungkap Kapolsek.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat faktor kesehatan.
Jenazah kemudian dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya terhadap warga yang tinggal seorang diri.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk saling peduli dan menjaga komunikasi sosial. Kepedulian antarwarga sangat penting, terutama bagi mereka yang hidup sendiri,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif. Polisi memastikan kasus ini tidak mengarah pada tindak pidana, murni faktor kesehatan. (W.AKA)

