Brebes,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Brebes milik Yayasan Slamet Jaya Brebes resmi beroperasi setelah diresmikan di Dukuh Pesanggrahan, Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (1/3/2026).
Kehadiran unit pelayanan ini diharapkan memperkuat pemenuhan gizi siswa sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak di wilayah selatan Brebes.
Peresmian berlangsung khidmat dan meriah. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta lantunan sholawat yang diiringi tim hadroh Al Hikmah 1 Benda.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Paguyangan turut hadir, di antaranya perwakilan Polsek dan Koramil 11/Paguyangan, tokoh masyarakat, perwakilan sekolah dan madrasah penerima manfaat, serta jajaran pengurus yayasan.
Dalam sambutannya, Mitra SPPG DK Pesanggrahan, H. Zamroni, menegaskan bahwa keberadaan SPPG di Desa Kretek harus mampu memberikan manfaat nyata bagi para siswa sebagai penerima program.
“Harapan besar kami, para penerima manfaat tidak merasa kecewa. SPPG ini lahir dari semangat kebersamaan dan kerelaan untuk menghadirkan layanan terbaik bagi anak-anak kita,” ujar Zamroni.

Lebih lanjut Zamroni menjelaskan, bangunan SPPG berdiri di atas lahan seluas 786 meter persegi dan dirancang sebagai dapur pelayanan yang representatif, memenuhi standar kebersihan dan pengolahan makanan.
Menurutnya, koordinasi antar-SPPG di Kecamatan Paguyangan juga menjadi kunci untuk menjaga standar mutu layanan serta mencegah polemik di tengah masyarakat.
Zamroni berharap SPPG Pesanggrahan dapat menjadi contoh unit pelayanan terbaik di tingkat kecamatan, sebagaimana unit lain yang telah lebih dahulu berjalan optimal.
Apresiasi juga disampaikan Camat Paguyangan yang diwakili Sekretaris Kecamatan, Suripudin. Ia menilai peresmian SPPG merupakan bagian dari penguatan layanan publik, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.
“Saya titip tiga hal penting kepada pengelola dapur, yakni menjaga kebersihan, memastikan kandungan gizi sesuai standar pemerintah, serta membangun komunikasi yang baik dengan sekolah penerima manfaat,” tegasnya.
Suripudin mengingatkan agar setiap kendala di lapangan diselesaikan melalui koordinasi dan komunikasi langsung dengan pihak SPPG, bukan menjadi konsumsi publik di media sosial tanpa klarifikasi,
Selain itu, Suripudin juga menekankan pentingnya variasi menu agar siswa tetap antusias menerima program makanan bergizi tersebut.
Ia juga mendorong pengelola untuk memberdayakan potensi lokal Desa Kretek dan sekitarnya sebagai sumber bahan baku.
“Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat, sehingga program tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga kesejahteraan warga” pungkasnya.
Kepala SPPG Pesanggrahan, Fajar Gunawan, yang sebelumnya bertugas di Kabupaten Wonogiri, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah penugasan di Brebes.
“Kami terbuka terhadap masukan dan evaluasi dari sekolah maupun masyarakat agar layanan semakin baik,” ujarnya.
Fajar menambahkan, perubahan pengelola dapur dapat berdampak pada variasi menu maupun pola distribusi. Namun, pihaknya berkomitmen menjaga standar kualitas dan kandungan gizi sesuai ketentuan pemerintah.
SPPG Pesanggrahan dijadwalkan mulai mendistribusikan makanan bergizi kepada sekolah dan madrasah penerima manfaat pada Senin (2/3/2026).
Kehadiran unit ini diharapkan memperkuat upaya peningkatan kualitas gizi anak serta mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di Kecamatan Paguyangan.
Dengan sinergi antara yayasan, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, serta masyarakat, SPPG Pesanggrahan diharapkan menjadi model pelayanan gizi yang profesional, transparan, dan berkelanjutan di Kabupaten Brebes.(W.AKA)

