Bandung,Jawa Barat | Deraphukum.click | Rabu, 03 Juni 2026– Mahasiswa Akademi Pariwisata (AKPAR) NHI Bandung kembali menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka melalui gelaran *Carita Rasa Vol. 2* yang mengusung tema *“From The Land, To The Soul”*. Kegiatan yang menjadi bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) ini menghadirkan pengalaman gastronomi yang mengangkat bahan baku lokal dan cita rasa Nusantara dalam sajian berkonsep fine dining.
Acara tersebut dihadiri oleh Direktur dan Wakil Direktur Akademi Pariwisata NHI Bandung, General Manager Enhaii Hotel, General Manager Sheraton Bandung, owner Joongla, sejumlah food blogger, owner Theo Wife Lois, owner Pipinos, owner Abraham and Smith, owner Jabarano Coffee, serta owner IP Farm. Kehadiran para pelaku industri ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperlihatkan hasil pembelajaran yang telah mereka tempuh selama satu semester.

Mengangkat filosofi *From The Land, To The Soul*, para mahasiswa berusaha menghadirkan cerita tentang perjalanan bahan pangan lokal, mulai dari hasil bumi yang diproduksi petani hingga menjadi hidangan yang mampu memberikan pengalaman dan kesan mendalam bagi para tamu.
Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa menyuguhkan empat menu utama yang telah dirancang secara matang, baik dari sisi rasa, teknik pengolahan, maupun presentasi.
Rangkaian jamuan diawali dengan *Maranggi*, sajian daging sapi marinasi yang dipadukan dengan oncom dan sticky rice. Hidangan ini menjadi representasi kekayaan cita rasa khas Sunda yang diolah dengan pendekatan modern.

Perjalanan rasa kemudian berlanjut melalui *Sayur Lodeh*, yang disajikan dengan pepes tahu, aromatic broth, baby carrot, baby corn, dan microgreens. Menu ini menawarkan interpretasi baru terhadap salah satu makanan rumahan yang sangat dikenal masyarakat Indonesia.
Sebagai menu utama, *Hayam Londo* tampil dengan stuffed chicken mousse yang dipadukan aromatic sauce, potato croquette, acar kuning tartlet, dan microgreens. Hidangan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menggabungkan teknik kuliner internasional dengan karakter rasa lokal.

Sementara itu, penutup manis hadir melalui *Colenak*, olahan tape singkong fermentasi yang dipadukan dengan stroberi Lembang, es krim, dan crumble. Sajian ini memberikan sentuhan modern pada salah satu kudapan tradisional khas Jawa Barat.
Dosen AKPAR NHI Bandung, *Sara Rabasari, MM.Par*, menilai kegiatan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari secara nyata.

*”Carita Rasa Vol. 2 dirancang sebagai pengalaman belajar yang komprehensif. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu memasak dengan baik, tetapi juga memahami konsep gastronomi, pelayanan, manajemen acara, hingga bagaimana membangun cerita di balik setiap hidangan yang mereka sajikan. Melalui tema ‘From The Land, To The Soul’, kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal memiliki nilai yang sangat tinggi ketika diolah dengan kreativitas, pengetahuan, dan penghargaan terhadap budaya,”* ujar Sara.
Menurutnya, keterlibatan para profesional dari industri perhotelan, kuliner, dan agrikultur menjadi nilai tambah karena mahasiswa memperoleh masukan langsung dari para praktisi yang sehari-hari berkecimpung di dunia kerja.

Melalui Carita Rasa Vol. 2, AKPAR NHI Bandung tidak hanya menghadirkan sebuah ujian akademik, tetapi juga sebuah panggung bagi mahasiswa untuk memperlihatkan potensi mereka sebagai generasi baru insan pariwisata dan kuliner Indonesia. Acara ini sekaligus menjadi bukti bahwa kekayaan kuliner Nusantara dapat terus berkembang dan tampil secara modern tanpa kehilangan akar tradisinya.
(Wempy)

