Karawang,Jawa Barat | Deraphukum.click | Cilamaya Wetan, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SDN Cilamaya III pada ajang “Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Cilamaya Wetan Tahun 2026” yang digelar di Aula PGRI Cabang Cilamaya Wetan, Kamis (6/8/2026).
Dalam cabang lomba Nulis Carpon (Carita Pondok), dua siswa SDN Cilamaya III berhasil mengharumkan nama sekolah dengan meraih prestasi membanggakan. Pratama sukses meraih Juara I, sementara Amelita Vaustina berhasil meraih Juara III.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras para siswa dalam mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas menulis, serta kecintaan terhadap Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu yang menjadi bagian penting dari warisan budaya bangsa.

Kepala SDN Cilamaya III Bapak Hidayat, S.Pd menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian kedua siswanya. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan karakter, budaya literasi, dan pelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah mampu melahirkan peserta didik yang berprestasi.
*”Kami mengucapkan selamat kepada Pratama dan Amelita Vaustina atas prestasi yang telah diraih. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik SDN Cilamaya III untuk terus belajar, berkarya, serta mencintai dan melestarikan Bahasa Sunda sebagai identitas budaya daerah,”* ujarnya.
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan sebagai upaya melestarikan bahasa daerah melalui berbagai cabang perlombaan, seperti nulis carpon, maca sajak, biantara, borangan, ngadongeng, pupuh, hingga aksara Sunda. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan berbahasa, berekspresi, dan berkreasi.
Prestasi yang diraih Pratama dan Amelita Vaustina diharapkan menjadi langkah awal untuk terus mengukir prestasi pada jenjang yang lebih tinggi sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda agar bangga menggunakan dan melestarikan Bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.
“Ngamumule basa Sunda, ngaraksa budaya, ngawangun generasi nu mulya”
(Red)

