Pekalongan,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Polres Pekalongan – Polda Jateng – Polres Pekalongan menggelar Grand Final Tournament Mobile Legends Kapolres Pekalongan Cup 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang berlangsung di Aula Setya Polres Pekalongan, Minggu (7/6/2026), diikuti para peserta terbaik hasil seleksi dari berbagai kecamatan di wilayah hukum Polres Pekalongan.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si mengatakan, turnamen tersebut merupakan rangkaian kegiatan e-sport yang telah dilaksanakan sejak beberapa hari lalu di tingkat kecamatan. Para peserta yang tampil pada babak grand final merupakan tim terbaik yang berhasil lolos dari tahap kualifikasi.

“Pagi hari ini merupakan rangkaian e-sport yang sudah dilaksanakan beberapa hari lalu dan juga di tingkat kecamatan. Adik-adik yang hadir hari ini adalah peserta terbaik dari masing-masing kecamatan,” ujar Kapolres.
Menurutnya, turnamen ini tidak berhenti di tingkat kabupaten. Tim yang berhasil menjadi juara nantinya akan mewakili Kabupaten Pekalongan dalam ajang Kapolda Cup di Semarang bersama perwakilan dari seluruh Polres di Jawa Tengah.
“Ini merupakan program berkelanjutan dari Mabes Polri. Nantinya yang terbaik akan berangkat ke Semarang untuk mengikuti turnamen e-sport Kapolda Cup. Setelah itu masih ada kesempatan melaju ke tingkat nasional melalui Kapolri Cup,” jelasnya.

Kapolres menegaskan bahwa Polres Pekalongan mendukung perkembangan e-sport sebagai salah satu cabang olahraga resmi yang kini semakin diminati generasi muda. Meski demikian, para peserta tetap diingatkan untuk tidak mengabaikan pendidikan.
“E-sport sekarang sudah menjadi olahraga resmi. Silakan berlatih dan mengembangkan kemampuan, tetapi jangan sampai belajar ditinggalkan. Prestasi akademik tetap harus menjadi prioritas,” tegas AKBP Rachmad.
Ia juga berharap para juara nantinya dapat memperoleh perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
“Kami ingin mewadahi hobi anak-anak muda agar tersalurkan ke arah yang positif. Bahkan kami berharap para juara bisa mendapatkan nilai tambah atau privilege ketika mendaftar ke jenjang pendidikan maupun kegiatan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Pekalongan Suryono mengungkapkan bahwa turnamen tersebut diikuti sekitar 150 peserta. Ia menyebut e-sport di Kabupaten Pekalongan sempat mengalami masa vakum, namun kini mulai bangkit kembali melalui berbagai kompetisi yang digelar.
“E-sport Kabupaten Pekalongan sempat mati suri. Melalui kegiatan ini kami ingin menghidupkannya kembali dan mencari bibit-bibit atlet potensial yang bisa berprestasi di berbagai event,” kata Suryono.
Menurutnya, Kabupaten Pekalongan sebelumnya telah memiliki atlet e-sport yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Karena itu, ia optimis ajang Kapolres Cup 2026 dapat menjadi sarana pembinaan sekaligus pencarian talenta muda berbakat.
“Kami berharap ke depan lahir atlet-atlet e-sport yang tangguh dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui turnamen ini, Polres Pekalongan tidak hanya memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda melalui kegiatan yang positif, kompetitif, dan berprestasi.
( Ari )

