Pekalongan,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Ratusan warga dari Desa Karangjompo, Tegaldowo, Mulyorejo, dan Pacar menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan di Pendopo Kecamatan Tirto, Senin (9/2/2026). Audiensi tersebut membahas tuntutan dan aspirasi warga terkait penanganan banjir serta perbaikan infrastruktur di wilayah terdampak.
Dalam audiensi itu, perwakilan warga Desa Mulyorejo, Andi Jaja, menyampaikan sejumlah tuntutan utama, di antaranya perbaikan parapet dan peninggian tanggul Sungai Sengkarang, penambahan pompa air di Karang jompo serta jaminan ketersediaan solar untuk operasional pompa banjir.
Audiensi dihadiri oleh perwakilan DPRD Kabupaten Pekalongan, Kepala
Dinas PMD,PLT Dinas Kesbangpol,Asisten Sekda,Kepala Dinas Kominfo,DPUTARU Kabupaten Pekalongan, serta Camat Tirto. Kegiatan berlangsung dengan pengamanan dari unsur Polri, TNI, dan Satpol PP.
Hasil audiensi kemudian dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Bersama, dengan poin-poin sebagai berikut:
Dalam minggu berjalan akan dilakukan perbaikan dan peninggian tanggul Sungai Sengkarang menggunakan alat berat dari Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah.
Penambahan dua unit pompa portable, masing-masing satu unit ditempatkan di Desa Karangjompo dan Desa Mulyorejo.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjamin ketersediaan solar untuk operasional mesin pompa banjir.
Pembangunan rumah pompa di Desa Karangjompo akan dilaksanakan melalui pergeseran anggaran Tahun 2026.
Normalisasi drainase di Desa Pacar.
Perbaikan pintu air di Desa Mulyorejo.
Perbaikan ruas jalan Karangjompo–Pecakaran, tepatnya di lokasi Desa Tegaldowo hingga Desa Mulyorejo sepanjang kurang lebih 300 meter.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh perwakilan warga dari masing-masing desa serta pejabat terkait, antara lain Asisten I dan II Sekda Kabupaten Pekalongan, DPUTARU Kabupaten Pekalongan, dan Camat Tirto.
Warga berharap seluruh hasil kesepakatan dapat segera direalisasikan dan dilaksanakan secara konsisten, mengingat banjir telah berulang kali merendam permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. ( Ari )

