Karawang,Jawa Barat | DerapHukum.Click | Belasan warga di Desa Tempuran dilaporkan terkena demam berdarah (DBD). Kondisi ini menyebabkan warga khawatir dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebaran DBD.
DBD adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Desa Tempuran merupakan wilayah yang sedang mengalami peningkatan kasus DBD.
Warga Tempuran meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan DBD, terutama dengan adanya kasus belasan warga yang sakit.
Pencegahan DBD dapat dilakukan melalui gerakan 3M plus, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah air, dan mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes. Selain itu, masyarakat juga dapat memelihara ikan di bak mandi atau kolam untuk mengendalikan populasi nyamuk.
Jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala DBD, seperti demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, dan bintik-bintik merah pada kulit, segera berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Persoalan ini adalah persoalan yang sangat serius bagi untuk dinkes kabupaten termasuk pihak pihak terkait di antaranya desa dan puskesmas. Sabtu, 17/05/2025.
Kepala puskesmas kecamatan tempuran saat ini di konfirmasi mewabahnya DBD di wilayah kerjanya, H, Ali sebutkan untuk sistematika penanggulangan DBD ada 3 langkah selain dibutuhkan peran serta kepedulian dari masyarakat serta tanggung jawab bersama.
(Erik FDT)

