BATAM-KEPRI | Deraphukum.click | 5 Januari 2025 – Rapat finalisasi Pelantikan dan Rapat Kerja (Raker) Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam berlangsung penuh kehangatan. Selain membahas agenda penting, suasana semakin akrab dengan hadirnya Coto Makassar sebagai sajian khas untuk para peserta.
Ketua BPD KKSS Kota Batam, Andi Tajuddin, menyampaikan pentingnya pertemuan ini sebagai langkah strategis untuk menyusun program kerja yang relevan bagi komunitas Sulawesi Selatan di Batam. “Ini bukan sekadar rapat, tetapi momen untuk menyatukan visi dan langkah demi kemajuan bersama,” ujar Andi.

Kehadiran Coto Makassar di tengah rapat ini tak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga menciptakan suasana santai yang mengakrabkan. Sekretaris BPD KKSS, Amrullah Razal, dengan gaya santainya mengatakan, “Masih banyak Coto Kuda untuk kita nikmati bersama. Ayo, jangan ragu-ragu,” candanya, yang disambut tawa hangat peserta.
Peserta lain, Arjal, menambahkan humor khasnya. “Pak Sek, kenapa tidak bawa lebih banyak lagi, kodong,” ujarnya, merujuk pada harapannya agar suguhan tersebut terus ada. Candaan ini memperlihatkan semangat kekeluargaan yang begitu kental di tengah-tengah komunitas.
Di luar suasana santai, rapat ini menghasilkan beberapa keputusan penting. Pelantikan pengurus baru akan diadakan dalam waktu dekat, disertai program-program strategis seperti pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan kegiatan sosial untuk mendukung masyarakat Sulawesi Selatan di Batam.
Suguhan Coto Makassar pun menjadi simbol kuat akan pentingnya menjaga tradisi dan budaya. “Ini bukan hanya makanan, tapi bagian dari identitas yang mengingatkan kita pada kampung halaman,” ujar salah satu peserta.
Finalisasi ini menegaskan bahwa nilai budaya dan semangat kebersamaan tetap menjadi prioritas utama BPD KKSS Kota Batam. Dengan antusiasme yang tinggi, pelantikan dan Raker ini diharapkan menjadi awal dari langkah besar untuk mempererat komunitas dan melestarikan warisan budaya Sulawesi Selatan di perantauan.(Nursalim Tinggi Turatea).

