KBB, | Deraphukum.click | Sejumlah warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat melaporkan dapur MBG di wilayahnya diduga menggunakan bahan baku tidak higienis dan sistem pengadaan yang terindikasi konflik kepentingan.
Jumat (05/06/2026)
Menurut keterangan warga, kekhawatiran bermula dari kondisi bahan baku yang masuk ke dapur SPPG Sirnagalih setiap hari. “Kami lihat sendiri ada bahan yang kondisinya meragukan. Anak-anak kan makan itu tiap hari, kami jadi takut,” ujar salah satu warga yang minta namanya dirahasiakan.

Dugaan Bahan Baku Meragukan
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Sebelumnya, dapur MBG Sirnagalih juga pernah disorot terkait kondisi galon air isi ulang yang berlumut. Kondisi itu dinilai bertentangan dengan standar Badan Gizi Nasional BGN yang mewajibkan air minum AMDK bersertifikat atau air isi ulang berizin Dinkes.
Indikasi Konflik Kepentingan Pengadaan
Selain soal higienitas, warga juga menyoroti pola pengadaan bahan baku dapur MBG. Warga menduga suplier yang memasok bahan baku ke SPPG Sirnagalih memiliki keterkaitan atau terafiliasi dengan pihak pengelola yayasan. “Yang nyuplai itu-itu saja. Katanya ada hubungan sama yayasan pengelolanya. Kami minta ini diaudit,” kata warga lainnya.
Ancaman Sanksi
Program MBG wajib tunduk pada pedoman BGN. Berdasarkan Permen BGN Nomor 2 Tahun 2024, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG wajib menjamin keamanan pangan dan hanya menggunakan bahan baku bersertifikat BPOM.
Praktik konflik kepentingan juga dilarang keras. Perpres Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa menegaskan pengadaan dilarang melibatkan pihak yang memiliki benturan kepentingan.

Jika terbukti melanggar, pengelola dapur MBG terancam sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional SPPG oleh BGN.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola dapur MBG Desa Sirnagalih dan yayasan terkait belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi redaksi. Redaksi juga masih berupaya menghubungi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Kecamatan Cipongkor, Dinas Kesehatan Kab. Bandung Barat, dan Badan Gizi Nasional untuk konfirmasi lebih lanjut.
Warga berharap BGN dan Dinkes KBB segera melakukan inspeksi mendadak dan uji laboratorium terhadap bahan baku serta air yang digunakan dapur MBG Sirnagalih. “Kami cuma minta kepastian. Kalau memang higienis dan nggak ada konflik kepentingan, luruskan. Kalau tidak, tolong ditindak biar anak-anak kami aman,” pungkas warga.
(Rushendi)

