PURWAKARTA | Deraphukum.click | Desa Sindangsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, tengah berduka atas wafatnya tokoh yang dihormati, Abah H. Ahmad Lili Sadili, pada Rabu, 8 Januari 2025. Beliau adalah sosok yang telah lama menjadi sesepuh atau pancer masyarakat Desa Sindangsari, khususnya di wilayah Koranji. Kepergian almarhum meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat setempat.
H. Ahmad Lili Sadili mengembuskan napas terakhir di kediamannya yang berlokasi di Kp. Koranji RT 12 RW 04, Desa Sindangsari. Menurut informasi dari pihak keluarga, beliau meninggal dunia karena kelelahan setelah sekian lama mengabdikan hidupnya untuk masyarakat. Almarhum dimakamkan tidak jauh dari rumahnya, di area pemakaman keluarga, dengan suasana khidmat dan penuh haru.

Sebagai figur panutan, Abah H. Ahmad Lili Sadili dikenal dengan ketokohannya yang luar biasa. Beliau memiliki peran besar dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat serta nilai-nilai budaya masyarakat Koranji. Almarhum juga menjadi penengah dalam berbagai persoalan, menjadikan beliau sebagai tempat masyarakat mencari nasihat dan solusi.
Dalam kesehariannya, almarhum selalu hadir dengan sifat rendah hati, penuh perhatian, dan siap membantu siapa pun yang membutuhkan. Beliau tidak hanya aktif dalam urusan sosial, tetapi juga menjadi pemimpin dalam kegiatan keagamaan. Setiap langkah yang beliau tempuh selalu diiringi oleh niat untuk mempererat persaudaraan dan membangun harmoni di tengah masyarakat Desa Sindangsari.
Pemerintah Desa Sindangsari turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum. Kepala Desa Sindangsari dalam pernyataannya menyebutkan, “Wafatnya Abah H. Ahmad Lili Sadili adalah kehilangan yang besar bagi kami semua. Beliau adalah sosok yang selama ini menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.”
Rumah duka dipadati oleh warga yang datang dari berbagai penjuru desa untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru menyelimuti setiap sudut, dengan doa-doa yang terus dilantunkan untuk almarhum. Tidak hanya warga lokal, beberapa tokoh masyarakat dari desa-desa tetangga juga hadir untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Dalam prosesi pemakaman, ratusan pelayat turut mengiringi jenazah almarhum hingga ke tempat peristirahatan terakhir. Prosesi berjalan dengan penuh khidmat, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memberikan begitu banyak kontribusi bagi Desa Sindangsari.
Abah H. Ahmad Lili Sadili adalah simbol keteladanan, kesederhanaan, dan dedikasi. Warisan nilai-nilai luhur yang beliau tinggalkan akan terus hidup dalam hati masyarakat Desa Sindangsari. Kepergian beliau menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menjaga persatuan, kebersamaan, dan nilai-nilai tradisi yang telah beliau jaga selama hidupnya.
Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Doa dan kenangan indah akan senantiasa menyertai nama besar Abah H. Ahmad Lili Sadili di hati seluruh masyarakat Desa Sindangsari.
(Redaksi).

