Bandung,Jawa Barat | Deraphukum.click | Ratusan pesepeda memadati kawasan Balai Kota Bandung dalam kegiatan Bandung On Bike 2026,
Kegiatan ini menjadi bukti budaya bersepeda di Kota Bandung masih kuat dan terus berkembang.
Tercatat lebih dari 500 sepeda terparkir di area kegiatan yang menghadirkan berbagai agenda bersepeda sekaligus ruang kolaborasi antara komunitas pesepeda dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, upaya menjadikan Bandung sebagai kota yang ramah bagi pesepeda harus dimulai dari pembenahan infrastruktur dasar, seperti kualitas jalan dan trotoar.
“Hal yang paling mendasar adalah membereskan bekas galian dan permukaan jalan yang tidak rata.
Setelah jalan dan trotoar baik, barulah kita bisa memastikan jalur yang aman dan nyaman untuk pesepeda,” ujarnya.
Farhan mengakui bahwa pemerintah banyak menerima masukan dari komunitas pesepeda terkait pembangunan jalur sepeda di Kota Bandung.
Menurutnya, masukan tersebut penting agar pembangunan jalur sepeda tidak dilakukan secara asal, tetapi melalui perencanaan teknis yang matang.
“Masukan dari komunitas harus masuk sejak tahap perencanaan desain jalur,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara komunitas pesepeda dan pemerintah dapat terus berjalan.
Bahkan, Pemkot Bandung menargetkan pada akhir 2026 kondisi jalan dan fasilitas kota sudah semakin ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.
Target tersebut sejalan dengan rencana Kota Bandung menjadi tuan rumah Jambore Sepeda Lipat Nasional pada 2026.
Sementara itu, Ketua Komunitas Bike to Work Bandung Muhammad Andi Fauzi menjelaskan, Bandung On Bike 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga digelar sebagai kegiatan ramah lingkungan atau less waste event dalam rangka memperingati Hari Bumi.
Kegiatan ini diinisiasi bersama Greeners dan didukung berbagai mitra lingkungan, termasuk Diet Plastik Indonesia yang menerapkan protokol guna ulang sehingga tenant makanan dan minuman tidak menggunakan kemasan sekali pakai.
Pengelolaan sampah juga dilakukan langsung di lokasi acara.
Limbah makanan diolah menggunakan metode Black Soldier Fly (BSF) dan komposter bekerja sama dengan Ngadaur.
Sampah daur ulang dikelola bersama Plastavfall Waste Bank, sementara sampah residu ditangani melalui mekanisme take back oleh sponsor.
“Sejak pukul 06.00 WIB kami sudah melakukan flag off peserta City Tour dan City Adventure sejauh 160 kilometer.
Hingga pagi ini sekitar 500 sampai 600 sepeda sudah terparkir di lokasi,” ujar Andi.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada siswa SMPN 55 Bandung yang menjalankan program Bike to School atau bersepeda ke sekolah.
Editor: Diskominfo Kota Bandung.
(D.Fer – Kaperwil)

