Yogyakarta, | Deraphukum.click | Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han., mewakili Danrem 072/Pamungkas menghadiri pembukaan Kongres Internasional/Pertemuan Alumni Global Kongres ke-11 World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress 2026 betempat di Gedung Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (USD), Jalan Affandi, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta. Kamis (30/7/2026).
Mengusung tema “United in Spirit, Leading with Purpose”, kongres internasional yang diselenggarakan Universitas Sanata Dharma tersebut diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai negara dan menjadi wadah pertemuan alumni Jesuit dunia dalam memperkuat kolaborasi, kepemimpinan, serta kontribusi nyata bagi kemanusiaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bupati Sleman Harda Kiswaya, Superior General Serikat Yesus Fr. Arturo Sosa, S.J., President World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Francisco Guarner Munoz, Secretary WUJA Andres Ballerino, Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Rektor Universitas Sanata Dharma Fr. Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D., serta para tokoh agama, akademisi, dan alumni Jesuit dari berbagai negara.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Sanata Dharma Fr. Albertus Bagus Laksana, S.J. menyampaikan bahwa kongres ini merupakan momentum istimewa yang mempersatukan keluarga besar Jesuit dari seluruh dunia dalam semangat persaudaraan dan pelayanan. Menurutnya, di tengah berbagai tantangan global, perjumpaan di Yogyakarta menjadi simbol kuat persatuan, dialog, dan kolaborasi lintas budaya.

Ia juga menegaskan bahwa tema “United in Spirit, Leading with Purpose” mencerminkan tekad untuk membangun kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai spiritual, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab global. Selain itu, seluruh alumni Jesuit diharapkan terus memperjuangkan martabat manusia, persatuan, dan perdamaian dunia, sekaligus menghadapi tantangan modern yang mengikis nilai-nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menekankan bahwa Yogyakarta merupakan kota budaya dan pendidikan yang sejak lama menjadi ruang tumbuhnya tradisi pendidikan Jesuit yang melahirkan generasi berkarakter dan berdedikasi bagi masyarakat.

Sri Sultan juga mengajak seluruh peserta untuk mengedepankan kepemimpinan yang mampu menyatukan keberagaman, menjunjung tinggi empati, serta berpijak pada nilai-nilai budaya dan kemanusiaan. Menurutnya, prinsip falsafah Jawa seperti Hamemayu Hayuning Bawana mengajarkan pentingnya memuliakan kehidupan, menjaga harmoni, serta membangun dunia yang lebih damai dan berkeadilan.

WUJA Congress 2026 tidak hanya menjadi ajang reuni alumni Jesuit dunia, tetapi juga menjadi forum strategis untuk merumuskan gagasan dan kerja sama dalam menjawab berbagai tantangan global melalui semangat persatuan, pelayanan, dan kepemimpinan yang berorientasi pada kemanusiaan. (Penrem072Pmk)
(Sabar/Sugiarto)

