Brebes,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Brebes menggelar Rapat Kerja Anak Cabang (Rakerancab) yang diperluas dalam rangka sosialisasi dan pematangan mekanisme penjaringan serta penyaringan Ketua PAC, Ketua Ranting, dan Anak Ranting se-Kabupaten Brebes.
Kegiatan tersebut berlangsung di Cafe Orange, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, pada Rabu, 4 Februari 2026, dan diikuti jajaran pengurus DPC PDIP Kabupaten Brebes, serta pengurus PAC dan Ranting yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari wilayah Brebes Selatan.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Brebes, H. Cahrudin, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan komitmen seluruh pengurus PAC dan Ranting yang mengikuti kegiatan Rakerancab. Ia menegaskan bahwa Rakerancab merupakan bagian penting dari mekanisme organisasi yang harus dijalankan secara disiplin dan konsisten.
“Rakerancab ini adalah bagian dari mekanisme partai yang wajib dilaksanakan secara ketat, terukur, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai,” ujar Cahrudin.

Ia menjelaskan, setiap PAC diwajibkan mengusulkan lima nama calon Ketua PAC yang berasal dari kader terbaik partai. Kader yang diusulkan harus memiliki integritas, pemahaman ideologi partai, serta visi dan misi yang jelas, disertai komitmen untuk berjuang dan berkorban demi membesarkan PDIP.
“Lima nama calon Ketua PAC tersebut kemudian disampaikan ke DPC untuk diplenokan, selanjutnya diteruskan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Setelah itu, para calon wajib mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test,” jelasnya.
Menurut Cahrudin, mekanisme penjaringan yang ketat tersebut sangat penting mengingat posisi PAC memiliki peran strategis sebagai ujung tombak partai di tingkat kecamatan, sekaligus perpanjangan tangan kebijakan partai dalam mengawal kepentingan rakyat dan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Brebes, Fery Anggrianto, mendorong seluruh PAC dan Ranting agar mengusulkan kader-kader terbaik, baik dari kalangan pemuda maupun tokoh masyarakat yang memiliki rekam jejak, integritas, serta loyalitas terhadap partai.
Dalam kesempatan tersebut, Fery juga menyoroti ketidakhadiran PAC Bumiayu dan PAC Salem. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kehadiran sejumlah pengurus Ranting dari dua kecamatan tersebut yang hadir dan mengikuti jalannya Rakerancab.
“Khusus untuk PAC Bumiayu dan PAC Salem, karena tidak hadir dan sesuai dengan ketentuan partai, sementara pengelolaannya diambil alih oleh DPC. Ini merupakan konsekuensi dari aturan organisasi agar roda organisasi tetap berjalan,” tegas Fery.
Ia menambahkan, Rakerancab tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan sesuai AD/ART partai, tetapi juga merupakan bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur PDIP hingga tingkat paling bawah.
“Kekuatan PDIP terletak pada soliditas struktur hingga tingkat ranting dan anak ranting. Karena itu, konsolidasi semacam ini menjadi sangat penting untuk menjaga kekompakan dan kesiapan organisasi,” pungkasnya.(W. AKA)

