BOGOR,Jawa Barat | Deraphukum.click | Bupati Bogor Rudy Susmanto mengerahkan tim siaga bencana selama 24 jam untuk menangani dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di 37 lokasi pada 19 kecamatan dan 35 desa/kelurahan di Kabupaten Bogor, pada hari Senin (20/4/2026).
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dinas terkait memprioritaskan pemulihan akses warga, terutama perbaikan jembatan yang putus dan pembersihan material longsor yang menutup jalan utama.
Data BPBD menunjukkan bencana didominasi tanah longsor yang disertai angin kencang, banjir, serta pergerakan tanah akibat cuaca ekstrem sejak pertengahan April.
Sebanyak 12 jembatan tercatat terdampak akibat luapan sungai sehingga mengganggu mobilitas warga di beberapa wilayah.
Tim BPBD melakukan kaji cepat di lokasi terdampak untuk mempercepat penanganan warga yang mengungsi serta perbaikan rumah yang mengalami kerusakan berat.
Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan Status Siaga Darurat melalui Keputusan Bupati Bogor Nomor 300.2/71/KEP-SD/BPBD yang berlaku hingga 30 – 4 – 2026 akhir bulan ini.
Pemerintah juga menetapkan Status Tanggap Darurat melalui Keputusan Bupati Bogor Nomor 300.2/08/KEP-TD/BPBD bagi 19 kecamatan terdampak bencana.
Langkah penanganan diperkuat melalui perpanjangan tanggap darurat untuk mempercepat pemulihan sarana prasarana dan objek vital hingga 04 – 5 – 2026 mendatang
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor bergerak bersama unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Taruna Siaga Bencana (Tagana), aparat desa, pemadam kebakaran, Palang Merah Indonesia (PMI), serta relawan.
“Sejak laporan masuk, kami langsung mengerahkan seluruh unsur terkait untuk turun ke lapangan.
Saat ini kami fokus pada keselamatan warga dan percepatan penanganan, agar kondisi segera terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Rudy Susmanto.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan infrastruktur serta normalisasi aliran sungai untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
“Saya minta seluruh jajaran tetap siaga 24 jam dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan terbaik. Kita hadir untuk masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.
Dinas Sosial Kabupaten Bogor mulai menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak seperti bahan pokok, selimut, pakaian bersih, serta perlengkapan bayi.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa siaga darurat.
Warga dapat melaporkan kejadian darurat melalui layanan BPBD di nomor 112 atau WhatsApp 0812 1010 9002 agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Editor: Diskominfo Kab. Bogor.
(D.Fer – Kaperwil)

