JATISARI,Karawang | DerapHukum.Click | Setiap hari, kondisi serupa terus berulang di Jalan Raya Pantura Jatisari, Karawang. Ruas jalan yang rusak parah, padat kendaraan berat, dan kemacetan panjang menjadi pemandangan yang sudah akrab bagi warga dan pengguna jalan. Selasa (20/5/2025) pagi pun tak berbeda.
Lubang besar dan permukaan jalan bergelombang terlihat jelas mulai dari Jembatan Jatisari hingga ke arah Cikalong. Kehadiran truk kontainer dan kendaraan besar lainnya memperburuk situasi, menjadikan perjalanan tidak nyaman dan penuh risiko bagi pengendara roda dua maupun empat.
“Pagi-pagi bukannya lancar ke tempat kerja, malah harus adu sabar di jalan rusak dan macet begini. Kadang ada yang jatuh juga karena lubang tertutup genangan,” keluh Anton, warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut dengan sepeda motor.
Warga mengaku kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa ada upaya perbaikan yang nyata dari pihak berwenang. Padahal, Jalan Raya Pantura merupakan jalur utama yang dilalui ribuan kendaraan setiap harinya.
“Kalau malam malah lebih bahaya, penerangan minim, lubang nggak kelihatan. Sudah sering kejadian orang jatuh,” ungkap Dedi, pedagang kaki lima di sekitar lokasi.
Selain mengganggu aktivitas harian, kondisi ini juga membahayakan keselamatan. Pengendara sering kali harus melakukan manuver ekstrem untuk menghindari lubang atau kendaraan berat yang melintas terlalu dekat.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur jalan di kawasan tersebut. Mereka menilai, kondisi ini tak bisa terus dibiarkan mengingat pentingnya jalan tersebut sebagai penghubung antarwilayah.
(Davis)

