Karawang,Jawa Barat | deraphukum.click | Innalillahi wa innalillahi roji’un. Buruknya kondisi infrastruktur kembali memakan korban jiwa. Munarso Aji bin Mulyo Sudarmo (35) meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Provinsi Jatisari, tepatnya di Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jumat (31/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Korban diduga mengalami kecelakaan saat melintas di jalur provinsi yang selama ini dikenal berlubang, bergelombang, dan minim penerangan jalan umum (PJU). Luka serius yang dialami korban membuat nyawanya tidak tertolong.
“Jalan di sini rusak parah, banyak lubang dan gelap kalau malam sampai pagi. Sudah sering makan korban, ini sekarang benar-benar kejadian lagi,” ujar Sutrisno (45), warga setempat, saat ditemui di lokasi kejadian.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Sentra Medika untuk penanganan medis dan administrasi. Almarhum diketahui berdomisili di Gang Sultan 7T, Blok 210 Nomor 6, RT 02 RW 08.
Kepergian korban secara mendadak menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Warga menyebut almarhum sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab.
Warga: “Sudah Berkali-kali Dikeluhkan, Tapi Dibiarkan”
Tragedi ini kembali membuka kelalaian serius dalam pemeliharaan jalan provinsi Jatisari–Balonggandu. Warga menegaskan bahwa kondisi jalan rusak dan PJU mati bukan hal baru, namun sudah lama dikeluhkan tanpa tindak lanjut nyata.
“Kami sudah sering mengeluh. Jalan ini statusnya provinsi, tapi seperti tidak ada yang bertanggung jawab. Lampu banyak mati, lubang dibiarkan. Nunggu korban terus?” kata Ujang (38) dengan nada kesal.
Menurut warga, setiap musim hujan kondisi jalan semakin berbahaya karena lubang tertutup genangan air, sehingga sulit terlihat oleh pengendara, terutama sepeda motor.
“Kalau hujan, lubang ketutup air. Pengendara tidak tahu, tahu-tahu sudah jatuh. Ini bukan kecelakaan biasa, tapi akibat pembiaran,” tambah warga lainnya.
Desakan Tanggung Jawab Pemerintah Provinsi
Masyarakat mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dinas terkait agar tidak lagi menutup mata terhadap kondisi jalan tersebut. Jalan provinsi seharusnya menjadi jalur aman, bukan jalur maut yang terus memakan korban.
Warga menuntut:
Perbaikan permanen jalan rusak
Penambalan lubang secara menyeluruh
Pengaktifan kembali seluruh PJU
Audit dan evaluasi tanggung jawab instansi pengelola jalan
“Kami tidak butuh janji, kami butuh nyawa kami aman. Jangan tunggu korban berikutnya,” tegas warga.
Peristiwa meninggalnya Munarso Aji diharapkan menjadi alarm keras bagi pemerintah agar segera bertindak, sebelum jalan rusak kembali merenggut korban jiwa lainnya.
Semoga almarhum Munarso Aji bin Mulyo Sudarmo mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin. (Lukman.NH)

