Brebes,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Respons cepat ditunjukkan jajaran Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Satuan Pendidikan Kecamatan Paguyangan dalam menindaklanjuti laporan bangunan ambruk di SD Negeri Taraban 06, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Penanganan akan segera dilakukan guna memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung aman, nyaman, dan kondusif, sejalan dengan semangat *”Paguyangan Hebat”* dalam menghadirkan layanan pendidikan yang tangguh dan responsif.

Peninjauan lokasi dilakukan langsung oleh Korwilcam Satuan Pendidikan Kecamatan Paguyangan, Syafrina Rakhmawati, S.Pd.SD., M.Pd., bersama tim dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, pengawas sekolah, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), serta konsultan teknis.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Kepala Dinas Pendidikan agar penanganan dilakukan secara cepat dan tepat sebagai bagian dari komitmen *”Brebes Beres”* dalam memberikan pelayanan publik yang optimal.
Syafrina menjelaskan, proses penanganan diawali dari laporan pihak sekolah terkait kondisi bangunan yang mengalami kerusakan.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan segera menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan verifikasi lapangan sekaligus merumuskan langkah teknis penanganan.

“Kami bergerak cepat sesuai arahan dinas dengan melibatkan tim teknis agar penanganan bisa segera dilakukan. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan warga sekolah serta menjaga agar proses pembelajaran tidak terganggu,” ujar Syafrina saat peninjauan, Kamis (1/5/2026).
Hasil peninjauan menunjukkan sejumlah fasilitas yang terdampak dan membutuhkan penanganan segera, meliputi tiga ruang kelas, satu ruang UKS, satu laboratorium, satu ruang administrasi, serta penataan lingkungan dan halaman sekolah, serta gerbang utama.
Menurut Syafrina, pembenahan tidak hanya difokuskan pada perbaikan fisik bangunan yang rusak, tetapi juga diarahkan pada penataan lingkungan sekolah secara menyeluruh.
“Penataan lingkungan dan gerbang sekolah juga menjadi perhatian agar menciptakan suasana yang lebih nyaman dan mendukung proses belajar. Sekolah harus menjadi ruang yang aman sekaligus menyenangkan bagi siswa,” tambahnya.
Di tengah upaya percepatan penanganan infrastruktur tersebut, sektor pendidikan di Kecamatan Paguyangan juga mencatat capaian positif. Hal ini menjadi bagian dari wujud nyata *”Paguyangan Hebat”* yang tidak hanya sigap dalam penanganan masalah, tetapi juga unggul dalam prestasi.
Syafrina mengungkapkan bahwa pihaknya bersama para pengawas dan organisasi pendidikan telah aktif mendorong inovasi pembelajaran berbasis digital.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Lomba Video Pemanfaatan Platform Indonesia Digital (PID) untuk Pembelajaran Optimal bagi Guru.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah pada 20 April 2026. Sebanyak 70 peserta dari jenjang TK, SD, dan SMP di Kecamatan Paguyangan turut ambil bagian dalam ajang tersebut.
Hasilnya, prestasi membanggakan berhasil diraih melalui Dwi Wijayanti, S.Pd.AUD dari TK Pertiwi Dharma Wanita Sekbin 6 Kecamatan Paguyangan yang meraih Juara 3 tingkat provinsi.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa para guru terus berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ini adalah kebanggaan bersama sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran,” ungkapnya.
Dengan langkah cepat dalam penanganan infrastruktur serta capaian prestasi di bidang pendidikan, Kecamatan Paguyangan menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan sistem pendidikan yang tangguh, adaptif, dan berkualitas di Kabupaten Brebes, selaras dengan semangat *”Paguyangan Hebat”* dan visi besar *”Brebes Beres”*.
(W.AKA)

