Pekalongan, Jawa Tengah | DerapHukum.click | Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 resmi dimulai di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Upacara pembukaan kegiatan tersebut dilaksanakan di Stadion Hoegeng, Kelurahan Pasir Kraton Kramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, pada Selasa (10/2/2026).
Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Kota Pekalongan, Dr. Slamet Budiyanto, serta dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang beserta jajaran Forkopimda, unsur TNI-Polri, perangkat daerah, serta masyarakat setempat.

Usai pelaksanaan upacara, rombongan melakukan peninjauan langsung ke lokasi sasaran pembangunan TMMD di wilayah Kelurahan Bandengan. Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang menjelaskan bahwa program TMMD kali ini difokuskan untuk membantu mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Menurutnya, banjir yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu oleh air rob yang kerap melanda wilayah pesisir Pekalongan Utara. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur melalui TMMD diharapkan mampu membantu mengurangi dampak banjir sekaligus memperbaiki akses warga.

“Salah satu sasaran utama TMMD kali ini adalah pembangunan betonisasi jalan dengan panjang 212 meter, lebar bervariasi mulai 0,95 meter hingga 1,65 meter, serta ketebalan mencapai 40 centimeter. Pembangunan ini diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat sekaligus membantu mengurangi dampak genangan air saat banjir maupun rob,” ujar Dandim.
Sementara itu, di lokasi yang sama, Asisten I Setda Kota Pekalongan, Dr. Slamet Budiyanto, menyampaikan apresiasi atas sinergi TNI bersama Pemerintah Kota Pekalongan dan masyarakat dalam menangani persoalan lingkungan, khususnya banjir yang selama ini menjadi tantangan di wilayah tersebut.

Ia menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan langkah penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kami sangat mengapresiasi peran TNI yang selalu hadir bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Harapannya, melalui program TMMD ini permasalahan banjir dapat berangsur tertangani, sehingga aktivitas warga menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman,” ungkapnya.
Program TMMD Sengkuyung sendiri merupakan kegiatan terpadu antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat yang bertujuan mempercepat pembangunan wilayah sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dengan dimulainya TMMD Sengkuyung Tahap I tahun ini, masyarakat Kelurahan Bandengan diharapkan dapat segera merasakan manfaat pembangunan infrastruktur yang lebih baik, terutama dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan menunjang aktivitas sehari-hari warga.(Ari)

