Hay Guys…!!! Yuk Kita Peringati Hari Pendidikan Nasional Dengan Mengenal Biografi, Perjuangan Dan Karya Karya Dari Pahlawan Pendidikan : Ki Hajar Dewantara

Lahir dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, Ki Hajar Dewantara terlahir dari keluarga kraton Yogyakarta sebagai golongan ningrat.

Selain menjadi aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, ia juga seorang:

Kolumnis

Politisi

Pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda.

Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa.

Taman Siswa suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi.

Tujuannya, untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priayi maupun orang-orang Belanda.

Mari Kita Menyambut Hari Pahlawan Nasional, Yuk simak biodata dan biografi singkat Ki Hajar Dewantara di sini…!!!

Hari Pendidikan Nasional jatuh pada 2 Mei 2024 dan salah satu cara merayakannya bisa dengan melakukan upacara bendera.

Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai tokoh pemikir yang visioner dan gigih dalam memperjuangkan pendidikan dan kebudayaan Indonesia.

Berikut biodata Ki Hajar Dewantara.

Nama Lengkap: Ki Hajar Dewantara

Nama Asli: Raden Mas Soewardi Soerjaningrat

Tanggal dan Tempat Lahir: 2 Mei 1889, Kadipaten Paku Alaman, Yogyakarta

Meninggal: 26 April 1959, Yogyakarta

Anak: Bambang Sokawati Dewantara, Syailendra Wijaya, Ratih Tarbiyah, Asti Wandansari, Subroto Aria Mataram, Sudiro Alimurtolo

Pasangan: Nyi Sutartinah

Tempat pemakaman: Taman Wijaya Brata, Yogyakarta

Jabatan sebelumnya: Menteri Pengajaran Republik Indonesia (1945–1945)

Berikut ini biografi singkat Ki Hajar Dewantara, mulai dari pendidikannya hingga perjuangannya untuk bangsa Indonesia.

1. Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara, atau Soewardi berasal dari lingkungan keluarga bangsawan Kadipaten Pakualaman.

Ia merupakan putra dari GPH Soerjaningrat dan cucu dari Paku Alam III.

Ki Hajar telah menamatkan pendidikan dasar di Europeesche Lagere School.

Sekolah tersebut merupakan sekolah dasar khusus untuk anak-anak yang berasal dari Eropa.

Setelah itu, ia sempat melanjutkan pendidikan kedokteran di STOVIA.

Namun, ia tidak menamatkannya karena kondisi kesehatan yang buruk.

2. Awal Karier Ki Hajar Dewantara

Tanpa melanjutkan sekolah, ia pun bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar.

Ia pernah bekerja untuk surat kabar Sedyotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.

Soewardi tergolong salah seorang penulis yang andal pada masanya.

Gaya tulisannya bersifat komunikatif dengan gagasan-gagasan yang antikolonial.

3. Perjuangan Ki Hajar Dewantara Muda

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Ki Hajar Dewantara memulai kariernya sebagai seorang wartawan atau penulis di beberapa media.

Salah satu tulisan Ki Hajar Dewantara yang terkenal yaitu, “Seandainya Aku Seorang Belanda”, yang memiliki judul asli Als ik een Nederlander was.

Tulisan tersebut dimuat dalam surat kabar de Express milik Dr. Douwes Dekker, tahun 1913.

Berita Lainnya  Polres Pekalongan Gelar Buka Bersama Insan Pers dan Anak Yatim

Artikel tersebut ditulis sebagai protes atas rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Hindia Belanda (Indonesia).

Guna perayaan kemerdekaan Belanda dari Prancis.

Selain bertugas menjadi wartawan, Ki Hajar Dewantara juga ikut bergabung dengan organisasi Boedi Oetomo (BO) tahun 1908.

Ia tergabung dalam seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia mengenai persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

4. Mendirikan Indische Partij Bersama Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker

Selain dari menulis, bersama dengan rekannya, Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara juga mendirikan Indische Partij.

Partai politik pertama ini didirikan pada 25 Desember 1912.

Indische Partij merupakan partai pertama Indonesia yang menggaungkan kebebasan Hindia yang beraliran nasionalisma dengan semboyan “indie untuk indier”.

Pembentukan partai tersebut bertujuan untuk mempersatukan Hindia Belanda dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Partai ini menggabungkan kelompok masyarakat, seperti kelompok Indo (campuran Eropa dan Pribumi), dan Pribumi atau Bumiputera.

Indische Partij aktif bergerak di penjuru Hindia Belanda dengan tujuan menyebarkan gagasan nasionalisme.

Selain itu, untuk mendapatkan dukungan dari rakyat, dengan tujuan mengakhiri penjajahan yang terjadi di tanah air.

5. Mengalami Pengasingan di Belanda

Gerakan serta sindiran Ki Hajar Dewantara dalam tulisannya dan di beberapa tulisan lainnya pada akhirnya menyulut kemarahan dari Belanda.

Hingga pada akhirnya Gubernur Jendral Idenburg memerintahkan pengasingan Ki Hajar Dewantara di Pulau Bangka.

Namun, atas permintaan kedua rekannya yang juga dihukum dan diasingkan, dr. Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, pengasingan mereka pun dipindahkan ke Belanda.

Pengasingan tersebut tidak disia-siakan oleh Ki Hajar Dewantara.

Di Belanda, ia mendalami bidang pendidikan dan pengajaran, hingga pada akhirnya memperoleh sertifikat Europeesche Akte.

Setelah melewati masa pengasingan pada tahun 1918, Soewardi pun mulai mencurahkan perhatiannya yang tinggi dalam bidang pendidikan.

Tujuannya untuk meraih kemerdekaan Indonesia.

6. Mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa

Pada 3 Juli 1922, ia bersama rekan-rekannya mendirikan Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Perguruan Nasional Taman Siswa.

Taman Siswa merupakan sebuah perguruan yang bercorak nasional dengan menekankan rasa kebangsaan dan cinta tanah air, serta semangat juang untuk memperoleh kemerdekaan.

Tidak hanya melalui pendirian Taman Siswa, perjuangan Ki Hajar Dewantara juga melanjutkan menulis di berbagai surat kabar.

Bedanya, tulisannya kali ini tidak lagi bernuansa politik, melainkan lebih dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Tulisan-tulisannya tersebut berisi konsep-konsep pendidikan dan kebudayaan yang luas dan berwawasan kebangsaan.

Melalui konsep-konsep itulah ia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

Berita Lainnya  Pimpin DPD PJS Provinsi Jambi Periode 2026-2027, Wahyu Jati Siap Dukung Pusat untuk Konstituen Dewan Pers

7. Semboyan Ki Hajar Dewantara

Dalam perjuangannya tersebut, ia memiliki beberapa semboyan yang terkenal, yaitu:

Tut Wuri Handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan).

Ing Madya Mangun Karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide).

Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik).

Semboyan-semboyan tersebut masih tetap digunakan dalam dunia pendidikan kita, hingga saat ini, utamanya di sekolah Taman Siswa.

8. Melepas Gelar Bangsawan dan Mengganti Nama

Memasuki usia ke 40 tahun, Ki Hajar Dewantara pun melepas gelar kebangsawanannya, dan mengganti nama aslinya dari Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, menjadi Ki Hadjar Dewantara.

Hal tersebut bertujuan agar ia dapat dengan bebas lebih dekat, baik secara fisik maupun hati dengan rakyat Indonesia.

Pada masa pendudukan Jepang, ia diangkat sebagai salah satu pimpinan pada organisasi Putera, bersama dengan Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan K.H. Mas Mansur.

Berkat perjuangannya tersebut, tak heran jika ia dijadikan pahlawan nasional untuk pendidikan di Indonesia.

Lalu, hari lahirnya, yaitu pada 2 Mei dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional, Moms.

Hal tersebut tentunya untuk menghargai dan menghormati segala pemikiran-pemikiran dan tindakannya yang membawa Indonesia dalam kemerdekaan.

9. Menteri Pendidikan Indonesia

Di masa kemerdekaan Indonesia, Ki Hajar Dewantara pun diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pertama di tahun 1950.

Setelah itu Ki Hajar Dewantara juga mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas Gajah Mada (1959) serta diangkat sebagai pahlawan nasional pada tahun 1959.

Bertugas sebagai menteri pendidikan di Indonesia yang pertama, ia melakukan berbagai macam pergerakan dan dibahas pada buku Ki Hadjar Dewantara: Putra Keraton Pahlawan Bangsa.

10. Meninggalnya Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara meninggal dunia di Kota Yogyakarta pada 26 April 1959.

Lokasi wafatnya di Padepokan Ki Hadjar Dewantara.

Jenazahnya kemudian disimpan di Pendapa Agung Taman Siswa untuk kemudian dimakamkan di Taman Wijaya Brata pada tanggal 29 April 1959.

Taman Wijaya Brata beralamat di Jl. Soga No.28, Tahunan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Upacara pemakamannya dipimpin oleh Soeharto yang bertindak sebagai inspektur upacara saat itu.

Karya-karya Ki Hajar Dewantara

Semasa hidupnya, Ki Hajar Dewantara memiliki beberapa karya tulis ternama.

Bahkan berkat pemikiran yang ia tuangkan dalam buku berhasil memberikan perkembangan terhadap Pendidikan di Indonesia.

Mengutip dari Gramedia, berikut ini beberapa karya Ki Hajar Dewantara:

Berita Lainnya  Pemerintah Kembangkan Ekosistem Pertanian Berbasis Teknologi AI

1. Buku Bagian Pertama: Tentang Pendidikan

Buku pertama miliki Ki Hajar Dewantara ini berisikan tentang gagasan dan pemikirannya dalam pendidikan nasional di Indonesia.

Beberapa pembahasan utama yang terdapat di buku ini adalah Pendidikan kanak-kanak, Pendidikan Sistem Pondok, Adab dan etika keteladanan, Pendidikan dan kesusilaan.

2. Buku Bagian Kedua: tentang Kebudayaan

Pada buku ini, Ki Hajar Dewantara menuliskan tentang pendidikan lagi, tetapi lebih membahas mengenai kebudayaan dan kesenian.

3. Buku Bagian Ketiga: tentang Politik dan Kemasyarakatan

Di bukunya yang ketiga, Ki Hajar Dewantara yang menuliskan tentang kisah politik yang terjadi di tahun 1913-1922.

Tulisan-tulisan Ki Hajar di buku ini juga menyinggung imperialis Belanda.

Selain itu, beliau juga menggambarkan tentang kisah perempuan dan pejuangannya di masa tersebut.

4. Buku Bagian Keempat: tentang Riwayat dan Perjuangan Hidup Penulis

Pada buku bagian keempat, Ki Hajar Dewantara tidak lagi menuliskan tentang kisah pendidikan dan politik pada masanya.

Di buku ini, ia lebih banyak mengisahkan tentang kisah kehidupan dan perjuangan hidup perintis.

Konsep Trilogi Ki Hajar Dewantara

Trilogi Ki Hajar Dewantara adalah konsep yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara.

Konsep ini mencakup tiga prinsip utama dalam pendidikan yang dianggapnya sebagai fondasi penting untuk pembentukan manusia berkualitas.

Berikut konsep dalam Trilogi Ki Hajar Dewantara:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha

Prinsip ini berfokus pada pembentukan karakter atau budi pekerti yang baik.

Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti “sebelum memerintah, harus bisa memimpin diri sendiri terlebih dahulu”.

Artinya, sebelum seseorang memimpin orang lain, dia harus memiliki kepemimpinan dalam mengendalikan dirinya sendiri.

Prinsip ini menekankan pentingnya pembentukan moral dan karakter yang kuat pada setiap individu.

2. Ing Madya Mangun Karsa

Prinsip kedua ini mengacu pada pengembangan potensi diri.

Ing Madya Mangun Karsa berarti “di tengah membangun cita-cita”.

Ki Hajar Dewantara percaya bahwa setiap individu harus diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi dan bakat agar dapat mencapai cita-cita dan tujuan hidup.

3. Tut Wuri Handayani

Prinsip ini menekankan pentingnya pembangunan masyarakat.

Tut Wuri Handayani secara harfiah berarti “tali pusat yang mengikat”.

Prinsip ini mengajarkan pentingnya saling membantu dan bekerja sama dalam memajukan masyarakat.

Ki Hajar Dewantara percaya bahwa pendidikan harus membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan.

Kedua hal ini diperlukan untuk membantu membangun masyarakat yang lebih baik.

Itulah biodata dan biografi singkat Ki Hajar Dewantara yang bisa Moms ajarkan pada Si Kecil. (Red)

Bagikan Artikel

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Serangan ke Iran Dinilai Langgar Hukum Internasional dan Ancaman Ekonomi Global

Karawang,Jawa Barat | deraphukum.click | Eskalasi konflik militer di kawasan Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran global. Serangan militer yang dilaporkan terjadi terhadap Iran dinilai tidak...

Tragis! Remaja 13 Tahun di Siwalan Pekalongan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Nenek

PEKALONGAN, Jawa Tengah | DerapHukum.click | Polres Pekalongan - Polda Jateng - Seorang remaja berinisial M (13) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar...

Polres Pekalongan Ungkap Kasus Penyimpanan Bahan Peledak di Wilayah Kesesi

Pekalongan, Jawa Tengah | DerapHukum.click | Polres Pekalongan, Polda Jateng - Aparat Sat Reskrim dan Sat Narkoba Polres Pekalongan mengungkap kasus dugaan tindak pidana...

Asyik Nyalakan Mercon di Sawah, 3 Remaja Diangkut ke Polsek Kedungwuni

Pekalongan, Jawa Tengah | DerapHukum.click | Polres Pekalongan - Polda Jateng - Unit Reskrim Polsek Kedungwuni bergerak cepat merespons keresahan warga terkait aktivitas remaja...

Waspada! Modus Penipuan Gunakan Foto Profil Aipda Yudha Polsek Cilamaya

Karawang, Jawa Barat | Deraphukum.click | Masyarakat Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mencatut nama dan foto...

Ketua LBH Brajamusti Nusantara Pekalongan Angkat Bicara : “Teror Terhadap Aktivis Melanggar Konstitusi “

Kajen, | deraphukum.click | Kasus upaya pembunuhan kepada salah satu aktivis di Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu adalah merupakan tindakan pidana dengan kekerasan karena...

Peristiwa

Rekomendasi

POLITIK

DAERAH

Plt. Bupati Pekalongan Sukirman Tinjau Pengaspalan Jalan Kertoharjo–Karangdadap

Pekalongan,Jawa Tengah | deraphukum.click | Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman meninjau langsung proses pengaspalan jalan Kabupaten ruas Kertoharjo–Karangdadap yang berada di Desa Watusalam,...

Bupati Karo Tinjau Fasilitas Umum, Ajak Masyarakat Jaga Lampu Jalan dan Sarana Publik

Kabanjahe,KARO l Deraphukum.click l Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, meninjau sejumlah fasilitas umum di wilayah Kabupaten Karo, salah satunya...

Ini Desa Pemenang Lomba Kebersihan Desa Antar Kecamatan Di Kabupaten Karo

KARO, l Deraphukum.click l Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, S.P.OG., M.Kes, didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan,SP dan Sekretaris Daerah Kabupaten...

Bupati Karo Serahkan Hadiah kepada Pemenang Lomba Kebersihan Desa Antar Kecamatan di Kabupaten Karo Tahun 2026

KARO, l Deraphukum.click l Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, S.P.OG., M.Kes, didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan,SP dan Sekda Kabupaten Karo...

Antusias Masyarakat Sangat Luar Biasa Menghadiri Hari Jadi Kabupaten Karo Ke 80

KARO, l Deraphukum.click l Rangkaian acara perayaan Hari Jadi Karo ke 80 berlangsung meriah dan kondusif. Kegiatan yang diawali dari Tabur Bunga di Makam Pahlawan...

Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Karo ke-80, Bupati Karo Adakan Diskusi Bersama Karo Diaspora

KARO, Sumatera Utara l Deraphukum.click l Pertama kali dalam sejarah Pemkab Karo, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., mengadakan diskusi...

TNI POLRI

Jamin Kedisiplinan Operasi Ketupat 2026, Tim Polda Jateng Sidak Posyan dan Pospam Polres Pekalongan

Pekalongan,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Polres Pekalongan - Polda Jateng - Guna memastikan profesionalisme dan kedisiplinan personil dalam melayani pemudik, Tim Bidpropam Polda Jawa...

Dompet Pemudik Hilang di Rest Area 338A Pekalongan Ditemukan, Petugas Posyan Sigap Kembalikan ke Pemilik

Pekalongan,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Polres Pekalongan - Polda Jateng - Kejujuran warga dan kesigapan petugas Pos Pelayanan (Posyan) Rest Area 338A wilayah hukum...

Perlintasan KA Jadi Titik Kepadatan, Satgas Kamseltibcarlantas OKC 2026 Siapkan Jalur Urai

PEKALONGAN KOTA, | Deraphukum.click | Polres Pekalongan Kota – Polda Jateng – Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, arus lalu lintas di...

Tim Propam Mabes Polri laksanakan Gaktibplin di Pos Pelayanan spa Sariater, Pastikan Disiplin Personel dalam Operasi Ketupat 2026

Subang,Jawa Barat l Deraphukum.click l Dalam rangka memastikan kedisiplinan dan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Tim Propam Mabes Polri melaksanakan kegiatan penegakan...

Polres Pekalongan Kota Kerahkan Tim Urai OKC 2026, Cegah Kemacetan Saat Arus Mudik

Pekalongan Kota, | Deraphukum.click | Polres Pekalongan Kota – Polda Jateng – Polres Pekalongan Kota menyiagakan Tim Urai untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas...

Pesta Malam di Tempat Karaoke Berujung Penangkapan, Dua Terduga Pengguna Ekstasi Diamankan Satnarkoba Polres Karo

KARO, l Deraphukum.click l Aktivitas hiburan malam di salah satu tempat karaoke di kawasan Berastagi mendadak berubah ketika personel Satresnarkoba Polres Tanah Karo melakukan penggerebekan...

NASIONAL

NEWS UPDATE

TOP NEWS

PENDIDIKAN

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL LAINNYA

SPORT

Ratusan Penonton Padati Balap Lari di Kajen, Polisi Siaga Pastikan Situasi Kondusif

Pekalongan,Jawa Tengah | Deraphukum.click | Polres Pekalongan - Polda Jateng - Polres Pekalongan melakukan pengamanan ketat terhadap kegiatan balap lari yang digelar oleh komunitas...

Tantra Fortius Cilamaya Wetan Melaju ke Final Karang Taruna Ramadhan Cup 2026 Karawang

Karawang, Jawa Barat | Deraphukum.click | Tim basket Tantra Fortius berhasil meraih kemenangan penting pada laga semifinal Karang Taruna Ramadhan Cup 2026 Karawang yang...

Kapolsek Jalan Cagak Buka Turnamen Badminton Kapolsek CUP Gema Ramadhan 1447 H

Subang,Jawa Barat l Deraphukum.click l Dalam rangka menjalin silaturahmi dan mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolsek Jalan Cagak Kompol Dede Suherman,...

Garut Gelar PEPARKAB ke-1, Siapkan Atlet Menuju PEPARDA

KAB. GARUT, Jawa Barat | Deraphukum.click | Garut menggelar Pekan Paralympic Kabupaten (PEPARKAB) Garut ke-1 sebagai bagian dari upaya menyiapkan atlet menuju Pekan Olahraga...

Juara Terus di Arena, Nol Dukungan dari Sekolah? Prestasi Atlet SMPN 1 Cilamaya Wetan Dipertanyakan Perhatiannya

Karawang, Jawa barat | Deraphukum.click | Prestasi gemilang kembali ditorehkan atlet Tadjimalela K6C Karawang dalam ajang Bapopsi Open Championship di GOR ITB Sumedang. Medali...

Tadjimalela K6C Karawang Borong Medali di Bapopsi Open Championship, Dominasi Kategori Pra Remaja

Karawang, Jawa Barat | DerapHukum.click | Prestasi gemilang kembali ditorehkan Perguruan Silat Tadjimalela K6C Karawang dalam ajang Bapopsi Open Championship yang digelar di GOR...

PROFILE

Kematian anak sebagai cermin kegagalan sistem perlindungan Nagara

Karawang, Jawa Barat | Deraphukum.click | LBH Pelita Kebenaran Nusantara (LBH PKN) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang anak di Nusa Tenggara Timur...

TPS3R Balonggandu Disulap Jadi Kafe, Inovasi Kepala Desa Jadi Ruang Nongkrong dan Destinasi Wisata Edukasi

Karawang, Jawa Barat | Deraphukum.click | Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Edu Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, kini tampil jauh berbeda. Di...

Makna Hari Ibu : Momen Spesial Ungkapan Cinta dan Bakti Anak kepada Ibu

Karawang,Jawa Barat | Deraphukum.click | Senin, 22 Desember 2025 Hari Ibu menjadi momen istimewa bagi setiap keluarga untuk mengenang dan menghargai peran besar seorang...

Duka Mendalam: Mantan Gubernur Maluku Said Assagaff Wafat di Jakarta

Ambon, Maluku | Deraphukum.click Minggu, 30 November 2025 Provinsi Maluku berduka. Mantan Gubernur Maluku periode 2014–2019, Ir. Said Assagaff, meninggal dunia pada Minggu (30/11) setelah...

Banjir Bandang Bumiayu: Kaesang Pangarep Salurkan Bantuan dan Serukan Mitigasi Bencana Berkelanjutan

Brebes, Jawa Tengah | DerapHukum.click | Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Bumiayu,...

Luka Impunitas dan Tanggung Jawab Kita Semua

Riau | DerapHukum.click | Setiap tanggal 2 November, dunia memperingati International Day to End Impunity for Crimes against Journalists — momentum yang seharusnya menjadi...