Bandung,Jawa Barat | Deraphukum.click | Menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup siap menggelar aksi nyata.
Bertempat di Desa Rancapanggung, kawasan yang belakangan menjadi sorotan publik terkait penumpukan sampah, akan digelar kegiatan cleaning day massal pada tanggal 7 mendatang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Ibrahim Adji, S.E., M.M., menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar upaya pembersihan fisik semata, melainkan sebuah gerakan kesadaran kolektif.
Lokasi dipilih secara khusus sebagai respons terhadap kondisi lingkungan yang sempat viral dan menjadi perhatian luas.
“Momentum HPSN ini kita jadikan titik awal untuk perubahan.
Kita tidak hanya membersihkan sampah yang ada, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama para pedagang dan warga di sekitar pasar,” ujar Ibrahim Adji.
Kolaborasi Lintas Sektor Bergerak Bersama
Keberhasilan kegiatan ini ditopang oleh semangat gotong royong dan sinergi yang kuat antar berbagai elemen.
Berbagai pihak telah menyatakan kesiapannya untuk terlibat langsung, mulai dari unsur keamanan, perusahaan negara, hingga komunitas peduli lingkungan.
Pihak-pihak yang akan bergabung antara lain:
* Unsur TNI melalui Sektor 4 Citarum Harum,
* Kepolisian (Kapolsek dan jajaran)
* Perwakilan Indonesia Power
* Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)
* Organisasi Perangkat Daerah (OPD)Terkait,
* Komunitas lingkungan seperti Saung Maggot dan pegiat lingkungan lainnya
“Kita berkolaborasi dengan semua pihak yang peduli.
Intinya adalah bagaimana kita bersama-sama menangani masalah sampah yang ada saat ini,” tambahnya.
Fokus Edukasi:
* Pilah Sampah dari Rumah
Salah satu poin krusial dalam kegiatan ini adalah aspek edukasi.
Pemerintah ingin menanamkan pemahaman bahwa solusi jangka panjang masalah sampah dimulai dari kebiasaan sederhana, yaitu memilah sampah sejak dari sumbernya.
Nantinya, tim akan memberikan sosialisasi langsung kepada warga dan pedagang mengenai cara memisahkan sampah organik dan anorganik.
Hal ini dinilai sangat penting agar proses pengangkutan dan pengolahan selanjutnya bisa berjalan jauh lebih efektif dan tidak membebani sistem.
“Harapan kami, warga bukan hanya ikut saat kegiatan saja, tetapi bisa melanjutkan praktik baik ini dalam kehidupan sehari-hari.
Kalau sampah sudah dipilah dari rumah, proses pengangkutan dan pengolahan akan jauh lebih optimal,” tegas Ibrahim.
Menuju Lingkungan yang Berkelanjutan
Melalui peringatan HPSN ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perubahan perilaku.
Tantangan sampah yang semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi harus dijawab dengan kesadaran yang tinggi dari masyarakat.
Diharapkan, aksi di Rancapanggung ini dapat menjadi contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana.
Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
(D.Fer – Kaperwil)

