Karawang,Jawa Barat | Deraphukum.click | Kawasan Karangpawitan yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon Kabupaten Karawang, kini menunjukkan wajah yang memprihatinkan.
Kondisi selokan dan drainase di sepanjang kawasan tersebut terlihat tidak terurus, dipenuhi tumpukan sampah serta tumbuhan liar yang tumbuh tanpa perawatan, Sabtu (17/01/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, saluran drainase tampak tersumbat oleh berbagai jenis sampah rumah tangga, plastik sekali pakai, hingga sisa material lainnya. Tak hanya itu, rumput liar dan semak-semak tumbuh lebat di sekitar selokan, mempersempit aliran air dan berpotensi menyebabkan genangan saat hujan turun.

Ironisnya, kondisi tersebut berada di kawasan yang kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat, ruang publik, serta jalur lalu lintas warga. Karangpawitan selama ini dikenal sebagai wajah kota Karawang, namun realita di lapangan justru mencerminkan minimnya perhatian terhadap perawatan infrastruktur dasar.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin dengan keadaan tersebut.
“Kalau hujan deras, air sering meluap karena selokannya penuh sampah. Baunya juga tidak sedap. Padahal ini kan kawasan yang sering dilalui orang,” ujarnya.
Kondisi drainase yang tidak terawat ini dikhawatirkan tidak hanya merusak estetika kawasan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan, seperti sarang nyamuk serta risiko banjir lokal.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pembersihan menyeluruh serta perawatan rutin drainase di kawasan Karangpawitan. Selain penanganan teknis, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga dinilai menjadi faktor penting agar kawasan ikonik Karawang ini kembali tertata dan nyaman.
Sebagai ikon Kabupaten Karawang, Karangpawitan semestinya menjadi contoh kawasan yang bersih, tertib, dan terawat, bukan justru menyisakan persoalan klasik yang berulang setiap tahun. (Lukmannul Hakim)

