DKI Jakarta, | Deraphukum.click | Dalam rangka memperingati World Ocean Day Tahun 2026, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Aksi Bersama untuk Pantai Lestari” pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.
Kegiatan bertema “Aksi Bersama untuk Pantai Lestari” dihadiri oleh Moh. Jumhur Hidayat Mentri Lingkungan Hidup ,Laksamana Budi Mulyadi mewakili Pangkoarmada RI, Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan,Dinas Lingkungan Hidup, unsur kelurahan, kecamatan, Polri dan TNI ,gerakan Pramuka, serta yang lainnya.

Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat mengatakan, perlindungan laut Indonesia membutuhkan keterlibatan seluruh pihak karena laut memiliki peran penting bagi kehidupan dan perekonomian nasional.
“Laut Indonesia harus dijaga bersama karena menjadi sumber kehidupan, sumber ekonomi, sekaligus masa depan bangsa. Perlindungan laut tidak dapat dilakukan secara parsial dan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan wilayah laut mencapai 6,4 juta kilometer persegi serta menjadi pusat keanekaragaman hayati laut dunia, namun kondisi ini dihadapi berbagai ancaman serius seperti sampah laut plastik, pencemaran pesisir, kerusakan terumbu karang, degradasi mangrove dan lamun hingga ancaman ghost fishing akibat alat tangkap yang hilang dan ditinggalkan di laut.
“Kami terus memperkuat pengendalian sampah laut melalui penguatan kebijakan, pengawasan pencemaran, pemulihan ekosistem pesisir dan laut, serta peningkatan partisipasi masyarakat melalui Gerakan Pilah Sampah dan pengembangan kader lingkungan di wilayah pesisir,” tuturnya
Peringatan Hari Laut Internasional 2026 diikuti sekitar 1000 peserta dari unsur pemerintah, organisasi internasional, akademisi, komunitas, pelajar, Gerakan Pramuka , sektor swasta hingga masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan turut mengukuhkan kader pilah sampah di enam kelurahan, sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di wilayah pesisir.
Gerakan Pramuka melalui Saka kalpataru ikut pula membantu mensukseskan acara tersebut
” Gerakan Pramuka kepulauan seribu akan selalu siap membantu program pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup ” tutur Rustini selaku ka Kwarcab Kepulauan Seribu
Berbagai aksi penting dalam kegiatan tersebuta yakni :
1. Dive Clean Up (DCU)
Aksi pembersihan sampah bawah laut yang dilakukan oleh para penyelam untuk mengangkat sampah yang mencemari ekosistem dasar laut dan terumbu karang.
2. Snorkeling Clean Up (SCU)
Kegiatan pembersihan sampah di area perairan dangkal dan permukaan laut yang dilakukan oleh peserta snorkeling.
3. Island Clean Up (ICU)
Gerakan pembersihan sampah di kawasan pesisir dan daratan pulau guna menjaga kebersihan lingkungan pantai dan kawasan wisata bahari.

Melalui kegiatan ini, KLH/BPLH ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk semakin peduli terhadap persoalan sampah laut yang menjadi tantangan global. Sampah plastik dan limbah yang mencemari laut tidak hanya merusak keindahan alam, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekosistem laut dan kehidupan biota di dalamnya.
Fredi ( kepulauan seribu )

