Batam, | deraphukum.click | Menjelang peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Perkumpulan Muballigh Batam Kota menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran para dai dalam membina umat melalui penyelenggaraan Halaqah Rutin yang dirangkaikan dengan silaturahmi serta peringatan Tahun Baru Islam. Kegiatan yang akan berlangsung pada Ahad, 28 Juni 2026 di Masjid Al Hikmah, Bida Garden ini diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan kualitas dakwah di Kota Batam.
Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai agenda organisasi, tetapi juga sebagai wadah memperkokoh ukhuwah Islamiyah di antara para muballigh. Melalui forum ini, para anggota akan saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan keislaman, serta menyusun langkah-langkah strategis dalam menghadapi dinamika dakwah di tengah masyarakat yang semakin kompleks.
Halaqah rutin menjadi bagian penting dalam pembinaan organisasi karena memberikan ruang bagi para muballigh untuk terus meningkatkan kompetensi keilmuan dan kemampuan berdakwah. Seorang muballigh dituntut tidak hanya memiliki pemahaman agama yang mendalam, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan pendekatan yang bijaksana, santun, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selain halaqah, kegiatan ini juga diisi dengan silaturahmi bersama Pengurus Masjid Al Hikmah Bida Garden. Pertemuan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan antara organisasi muballigh dan pengurus masjid sebagai mitra utama dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat. Sinergi yang baik diyakini akan melahirkan berbagai program dakwah yang lebih terarah dan memberikan manfaat yang luas bagi umat.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi puncak kegiatan yang sarat dengan pesan moral dan spiritual. Momentum hijrah dipahami sebagai ajakan untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, memperbaiki akhlak, memperkuat ibadah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai hijrah juga menjadi pengingat bahwa dakwah harus terus berkembang mengikuti tantangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ajaran Islam.
Pengurus Perkumpulan Muballigh Batam Kota mengajak seluruh anggota agar menjadikan kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada agama dan masyarakat. Kehadiran setiap anggota bukan sekadar memenuhi undangan organisasi, tetapi merupakan wujud tanggung jawab dalam menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan mendukung keberlangsungan syiar Islam di Kota Batam.
Dalam rangka membangun budaya organisasi yang disiplin dan profesional, pengurus juga menerapkan aturan mengenai kehadiran anggota. Anggota yang sedang sakit, berada di luar daerah, pulang kampung, memiliki jadwal kajian, atau memiliki uzur syar’i diberikan pengecualian. Sementara itu, anggota yang tidak hadir tanpa alasan yang dapat dibenarkan sesuai ketentuan organisasi dikenakan kontribusi kedisiplinan sebesar Rp50.000 sebagai bentuk komitmen terhadap aturan yang telah disepakati bersama.
Ketua Perkumpulan Muballigh Batam Kota, Robi Kurniawan, M.A., berharap kegiatan ini mampu memperkuat semangat kebersamaan para muballigh dalam menjalankan amanah dakwah. Menurutnya, tantangan dakwah di era modern memerlukan kerja sama yang solid, peningkatan kapasitas para dai, serta komitmen bersama untuk terus menghadirkan dakwah yang membawa kedamaian, persatuan, dan kemaslahatan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Perkumpulan Muballigh Batam Kota ingin menegaskan bahwa dakwah bukan hanya tugas individu, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, kebersamaan, dan semangat melayani umat. Dengan memperkuat silaturahmi, meningkatkan kualitas keilmuan, serta menjaga soliditas organisasi, para muballigh diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membimbing masyarakat menuju kehidupan yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
(Nursalim Turatea)

